Diikuti 4.279 Penari, Jogja Menari Pecahkan Rekor MURI
Minggu, 23 Desember 2018 - 19:59 WIB
Jogja Menari 2018 yang digelar di alun Alun Utara Yogyakarta dikuti 4.279 penari. FOTO/SINDOnews/AINUN NADJIB
A
A
A
Ribuan penari memeriahkan gelaran Jogja Menari 2018. Kegiatan yang dipusatkan di Alun-Alun Utara Yogyakarta, Minggu (23/12/2018), ini mampu memecahkan rekor MURI. Sebanyak 4.279 penari dari berbagai usia menari jaranan dalam waktu 8,5 menit.
Dalam acara bertajuk "Dari Jogja untuk Dunia" yang digelar oleh Keluarga Alumni Teladan Yogyakarta (KATY) atau alumni SMAN 1 Kota Yogyakarta, juga dihelat Jogja Color Walk. Perpaduan event olahraga dan seni ini mampu menyedot ribuan peserta.
Awalnya panitia mencatat ada 3.600 penari terlibat dalam acara Jogja Menari. Namun saat dilakukan verifikasi ulang, jumlah peserta justru lebih banyak yakni mencapai 4.279 peserta. Sementara Jogja Color Walk sendiri diikuti 13.000 peserta.
"Melihat jumlah pesertanya Jogja Menari tak hanya dikukuhkan sebagai rekor nasional, tapi juga rekor dunia," kata Manajer MURI Sri Widayati di sela-sela acara.
Rekor Jogja Menari ini menambah daftar rekor MURI yang disabet oleh Yogyakarta. Pada 2016 misalnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Perikanan Susi Pudjiastuti menginisiasi event Yogya Makan Gudeg dengan lauk ikan tuna yang juga berhasil meraih rekor MURI. Kemudian pada 2014 juga berhasil dipecahkan rekor dalam event Jogja Membatik dengan kain terpanjang yang mencapai 3.005 meter. Dan pada 2003 Yogya juga mendapat rekor terbanyak memasak gudeg hingga 1 ton.
Rekor MURI diterima langsung oleh ketua Panitia Jogja Color Walk dan Jogja Menari 2018, Romahurmuziy. Ketua Umum PPP ini tercatat sebagai alumni SMAN 1 Teladan Yogya. Secara khusus Presiden Jokowi juga memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini melalui pesan video yang diputar di hadapan para peserta.
Ketua Panitia Romahurmuziy mengaku puas dengan gelaran ini. Menurutnya, kegiatan ini merupakan acara yang diusung dari tiga konsep sekaligus, yakni keragaman, olahraga, dan kegembiraan. "Event itu digelar untuk menggembirakan lagi suasana masyarakat Indonesia yang kini tengah menghadapi tahun politik. Kami di sini hanya ingin melestarikan budaya bangsa dan menyampaikannya kepada dunia," ujar Romi.
Panitia lain, Heru Krisna menyebut keluarga Alumni SMAN 1 Teladan ingin berpartisipasi dalam gerakan menegaskan Yogyakarta sebagai Kota Budaya. "Harapannya kegiatan ini bisa menjadi kegiatan positif untuk mengajak seluruh masyarakat untuk merajut rasa kebhinekaan kembali," katanya.
Dalam acara bertajuk "Dari Jogja untuk Dunia" yang digelar oleh Keluarga Alumni Teladan Yogyakarta (KATY) atau alumni SMAN 1 Kota Yogyakarta, juga dihelat Jogja Color Walk. Perpaduan event olahraga dan seni ini mampu menyedot ribuan peserta.
Awalnya panitia mencatat ada 3.600 penari terlibat dalam acara Jogja Menari. Namun saat dilakukan verifikasi ulang, jumlah peserta justru lebih banyak yakni mencapai 4.279 peserta. Sementara Jogja Color Walk sendiri diikuti 13.000 peserta.
"Melihat jumlah pesertanya Jogja Menari tak hanya dikukuhkan sebagai rekor nasional, tapi juga rekor dunia," kata Manajer MURI Sri Widayati di sela-sela acara.
Rekor Jogja Menari ini menambah daftar rekor MURI yang disabet oleh Yogyakarta. Pada 2016 misalnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Perikanan Susi Pudjiastuti menginisiasi event Yogya Makan Gudeg dengan lauk ikan tuna yang juga berhasil meraih rekor MURI. Kemudian pada 2014 juga berhasil dipecahkan rekor dalam event Jogja Membatik dengan kain terpanjang yang mencapai 3.005 meter. Dan pada 2003 Yogya juga mendapat rekor terbanyak memasak gudeg hingga 1 ton.
Rekor MURI diterima langsung oleh ketua Panitia Jogja Color Walk dan Jogja Menari 2018, Romahurmuziy. Ketua Umum PPP ini tercatat sebagai alumni SMAN 1 Teladan Yogya. Secara khusus Presiden Jokowi juga memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini melalui pesan video yang diputar di hadapan para peserta.
Ketua Panitia Romahurmuziy mengaku puas dengan gelaran ini. Menurutnya, kegiatan ini merupakan acara yang diusung dari tiga konsep sekaligus, yakni keragaman, olahraga, dan kegembiraan. "Event itu digelar untuk menggembirakan lagi suasana masyarakat Indonesia yang kini tengah menghadapi tahun politik. Kami di sini hanya ingin melestarikan budaya bangsa dan menyampaikannya kepada dunia," ujar Romi.
Panitia lain, Heru Krisna menyebut keluarga Alumni SMAN 1 Teladan ingin berpartisipasi dalam gerakan menegaskan Yogyakarta sebagai Kota Budaya. "Harapannya kegiatan ini bisa menjadi kegiatan positif untuk mengajak seluruh masyarakat untuk merajut rasa kebhinekaan kembali," katanya.
(amm)