Kemenag Siapkan Skenario 50% Kuota Haji 2020

Rabu, 08 April 2020 - 18:32 WIB
Kemenag Siapkan Skenario...
Foto/ilustrasi.SINDOnews
A A A
Kementerian Agama (Kemenag) telah menyiapkan dua skenario terkait dengan dilanjutkan atau dibatalkannya penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Dua skenario mitigasi itu disampaikan Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi dalam rapat kerja Komisi VIII DPR secara virtual, Rabu (8/4/2020).

Skenario pertama, jika ibadah haji diselenggarakan tahun ini, kuota normal. "Skenario ini mengasumsikan haji diselenggarakan dalam situasi risiko krisis relatif kecil. Yang ditandai dengan perkembangan situasi berangsur kondusif dengan segala bentuk pelayanan di Arab Saudi relatif berjalan normal," ujar Fachrul Razi.

Dia melanjutkan, skenario disiapkan pada tiap tahapan perjalanan jamaah haji mulai dari menjelang berangkat hingga kembali ke Tanah Air, diupayakan dengan meminimalisir sisa dampak Covid-19 hingga ke titik nol.

Kemudian, jika ibadah haji diselenggarakan tahun ini tetapi kuotanya dibatasi. "Skenario ini mengasumsikan haji tetap diselenggarakan tapi dengan pembatasan kuota akibat situasi di Arab Saudi yang masih berisiko atau jamaah yang berisiko, sekalipun penyelenggaraan haji tetap berjalan," tuturnya. (Baca : Layani Penerbangan Haji 2020, BIJB Kertajati Siap Disurvei GACA Arab Saudi)

Dia menambahkan, kuota diperkirakan dikurangi hingga 50% dalam skenario ini dengan pertimbangan ketersediaan ruang yang cukup untuk mengatur social distancing.

Menurutnya, skenario ini memaksa adanya seleksi lebih mendalam terhadap jamaah yang berhak berangkat tahun ini dan petugas yang sudah terpilih.

"Skenario ini menitikberatkan pada prioritas untuk menyesuaikan dengan term and condition yang disepakati Misi Haji Indonesia dan pemerintah Arab Saudi," ungkapnya.

Sedangkan skenario kedua, jika ibadah haji tahun ini ditunda. Dia mengatakan, skenario ini menggunakan asumsi, kondisi Arab Saudi belum memungkinkan untuk penyelenggaraan haji sebagaimana tahun-tahun sebelumnya.

"Pemerintah kerajaan Arab Saudi menutup pintu bagi jamaah haji dari negara mana pun, termasuk dari Indonesia," kata Fachrul Razi. (Baca : Pandemi Corona, Arab Saudi Minta Umat Islam Jangan Berhaji Dulu)

Dia menuturkan, Kemenag tidak cukup waktu mempersiapkan penyelenggaraan ibadah haji akibat cepatnya perubahan kebijakan pemerintah Arab Saudi, atau Pemerintah Indonesia mengambil keputusan untuk tidak mengirimkan jamaah haji karena alasan keselamatan atau keamanan.

"Skenario disusun dengan berfokus pada dampak yang ditimbulkan dari batalnya penyelenggaraan haji tahun ini. Terutama dampak yang bersifat langsung terhadap internal Kemenag dan pemangku kepentingannya," pungkasnya.
(muh)
Berita Terkait
Deretan Imbas Pembatalan...
Deretan Imbas Pembatalan Pemberangkatan Jamaah Haji 2020
Menag Ungkap 356 Jamaah...
Menag Ungkap 356 Jamaah Ajukan Pengembalian Dana Haji
Profil Jamaah Haji Indonesia...
Profil Jamaah Haji Indonesia Tahun 2022 Kuota Reguler
SAHI Ajak Calon Jamaah...
SAHI Ajak Calon Jamaah Ambil Hikmah Pembatalan Ibadah Haji 2020
Ibadah Haji 2020 Dibatalkan,...
Ibadah Haji 2020 Dibatalkan, Pemerintah Harus Serius Pikirkan Nasib Jamaah
AMPHURI: Keselamatan...
AMPHURI: Keselamatan dan Keamanan Jamaah Haji Harus Diutamakan
Berita Terkini
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
1 jam yang lalu
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
1 jam yang lalu
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
2 jam yang lalu
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
2 jam yang lalu
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
2 jam yang lalu
15.080 Peserta Siap...
15.080 Peserta Siap Ikuti Riau Bhayangkara Run 2026
2 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Beri Diskon...
Jakarta Beri Diskon BPHTB 50 Persen bagi Pembeli Rumah Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved