Mantan Pemain Persib Minta Manajemen Edukasi Bobotoh

Rabu, 26 September 2018 - 19:46 WIB
Mantan Pemain Persib...
Budiman Witarsa, Ganjar Nugraha, Wawan Hermawan, Wawan Karnawan, dan Dadang Kurnia, mantan permain Persib era 1980-an. Foto/SINDOnewss/Agus Warsudi
A A A
Para mantan pemain Persib era perserikatan 1980-1986, meminta manajemenPT Persib Bandung Bermartabat (PBB) untuk mengedukasi bobotoh atau suporter.

Ganjar Nugraha, salah seorang pemain Persib mengatakan, anarkisme suporter harus dihentikan. Jika seperti ini dan terus berlarut, bakal memperburuk persebakbolaan Indonesia. "Mau, jadi apa sepakbola ini. Saya berharap mulai ada edukasi dari PT PBB selaku manajemen kepada bobotoh atau suporter," kata Ganjar Nugraha di Mapolrestabes Bandung, Rabu (26/9) kepada wartawan.

Dia mengemukakan, peristiwa pengeroyokan oknum bobotoh terhadap suporter Persija di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Minggu (23/9) lalu itu, jadi cerminan bagi manajemen Persib dan para pimpinan klub soporter untuk lebih memberikan edukasi kepada anggota. "Harus jadi pembelajaran ke depan, akar masalah nya apa, harus dicari," ujar dia.

Ganjar melihat selama ini, tidak ada edukasi kepada bobotoh. "Saya melihat tidak pernah diedukasi dan ini menjadi fanatisme berlebihan yang salah. Kadang-kadang fanatisme luar biasa, akal sehat dilupakan. Fanatik boleh, tapi jangan keluar dari jalur," tutur Ganjar.

Dulu, saat era 1980-an, ungkap dia, Persib Bandung melakoni laga final melawan PSMS Medan. Saat itu, pertandingan berlangsung di Gelora Bung Karno (GBK) yang dihadiri 130.000 penonton. Namun setelah pertandingan usai, tidak ada insiden apapun.

"Waktu itu, fanatisme bobotoh muncul, tapi tak sampai mencabut nyawa orang lain.
Dulu ada fanatisme tapi enggak ada korban. Kami main final di GBK tenang-tenang saja. Gak ada aksi anarkis. Karena itu, kami meminta, sudahi perselisihan ini, sampai di sini saja. Sepak bola bukan untuk gontok-gontokan," ungkap dia.

Disinggung soal pengamanan saat Persib Vs Persija kemarin, dia melihat bahwa pengamanan polisi sudah sesuai prosedur. "Untuk pengamanan sudah sesuai protap, dan ini yang kami sayangkan kenapa tidak adanya layar lebar tadi, kenapa panpel tidak mempersiapkan hal itu," kata Ganjar.

Selain Ganjar, mantan pemain Persib lain yang hadir dalam menggagas perdamaian, yakni Wawan Hermawan, Wawan Karnawan, Dadang Kurnia, dan Budiman Witarsa. Mereka mendatangi Polrestabes Bandung untuk mendorong polisi memproses hukum oknum bobotoh pengeroyok Haringga.

"Kami prihatin dan kecewa. Kenapa hal seperti ini terus terjadi. Ke depan, perselisihan ini diselesaikan jangan sampai ada korban lagi agar kita menikmati sepakbola sebagai sepak bola. Untuk kasusnya, harus diproses seusai jalur hukum supaya ada efek jera," pungkas dia.

Wawan Hermawan, mantan kiper Persib era 1986, mengungkapkan, para mantan pemain Persib telah berkoordinasi dengan mantan pemain Persija Jakarta. Mereka berencana memberikan santunan kepada keluarga korban Haringga Sirila di Cengkareng Barat, Jakarta Barat.

"Kami, mantan pemain Persib dan Persija masih berhubungan baik sampai sekarang. Kami sepakat akan memberikan santunan bersama sebagai bentuk empati kepada keluarga korban," ungkap Wawan.
(awd)
Berita Terkini
Pusat Studi Kepolisian...
Pusat Studi Kepolisian ULM Inisiasi Deklarasi Bersama Anti-ODOL di Kalsel
5 menit yang lalu
Eksekusi Hotel Sultan...
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, 69 Orang Diamankan Polisi
25 menit yang lalu
Pemerintah Bakal Data...
Pemerintah Bakal Data Barang-Karyawan Hotel Sultan, Wamensesneg: Tak Ada yang Dikorbankan
1 jam yang lalu
Yayasan Bangun Ekosistem...
Yayasan Bangun Ekosistem Bahari Resmi Tercatat di Kementerian Hukum
1 jam yang lalu
Eksekusi Hotel Sultan...
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, Simpatisan Lempari Polisi dan TNI dengan Batu
2 jam yang lalu
Eksekusi Hotel Sultan,...
Eksekusi Hotel Sultan, Wamensesneg: Kita Harus Tarik Aset yang Dikuasai Pihak Lain
2 jam yang lalu
Infografis
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved