Vokasi UI Buka Program Studi Administrasi Asuransi dan Aktuaria
Jum'at, 24 Januari 2020 - 09:11 WIB
Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia membuka Program Studi (prodi) Administrasi Asuransi dan Aktuaria. SINDOnews/R Ratna Purnama
A
A
A
Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia membuka Program Studi (prodi) Administrasi Asuransi dan Aktuaria. Ini merupakan prodi yang mempersiapkan dan menghasilkan tenaga ahli madya asuransi dan aktuaria profesional tersertifikasi.
Pada prodi ini, lulusan disiapkan untuk mampu mengaplikasikan ilmu aktuaria, statistika, dan ekonomi di Industri asuransi, dana pension, dan keuangan. Program studi asuransi dan aktuaria ini memiliki pengajar yang sudah tersertifikasi di bidang asuransi, aktuaria, risk management, dan keuangan.
"Mahasiswa akan menempuh pendidikan selama 3 tahun di Vokasi UI untuk mendapatkan gelar Ahli Madya," kata Ketua Program Studi Administrasi Asuransi dan Aktuaria, Asrori dalam keterangan resminya, Kamis (22/1/2020).
Vokasi UI menjalankan kurikulum 321, mahasiswa selama 3 semester belajar konsep dan praktik di kampus, 2 semester belajar di Industri dan 1 semester magang. "Dengan metode itu, saat lulus, mahasiswa sudah punya bekal pengalaman yang cukup," ucapnya.
Kurikulum dan silabus Program Studi Administrasi Asuransi dan Aktuaria telah mengikuti atau sejalan dengan kurikulum dan silabus Asosisiasi Ahli Manajemen Asuransi Indonesia (AAMAI), Persatuan Aktuaris Indonesia(PAI) dan Malaysian Insurance Institute(MII) sehingga para lulusan tidak lagi memiliki gap yang berarti dengan tuntutan industri.
Selain itu, setiap lulusan dibimbing untuk memiliki sertifikat profesi antara lain: 1) Ajun Ahli Asuransi Indonesia Jiwa (AAAIJ) dan Ahli Asuransi Indonesia Jiwa (AAIJ), 2) Ajun Ahli Asuransi Indonesia Kerugian (AAAIK) dan Ahli Asuransi Indonesia Kerugian (AAIK), 3) Associate Societies Actuary Indonesia (ASAI), 4) Certificate in General Insurance (CGI) dan Certificate in Life Insurance (CLI), 5) Certificate of The Malaysian Insurance Institute (CMII) – Life and Certificate of The Malaysian Insurance Institute (CMII) – General, 6) Underwriting Asuransi Level 5 dari LSP UI, 7) Sertifikasi Digital Insurance dari MII (Malaysian Insurance Institute).
"Dari sekian banyak sertifikasi profesi tersebut, mahasiswa wajib mampu lulus pada 4 ujian sertifikasi. Selebihnya merupakan pilihan," tutur Asrori. (Baca juga; UPI Bakal Terima 9.000 Mahasiswa Baru dari 3 Jalur )
Dia menambahkan, lulusan diploma asuransi dan aktuaria sudah mampu mempunyai minimal dua sertifikasi tersebut, maka dijamin gaji lulusannya sama bahkan lebih dari lulusan sarjana. "Calon mahasiswa baru dapat mendaftarkan diri melalui jalur Prestasi dan Pemerataan Kesempatan Belajar (PPKB) dan ujian Tulis SIMAK UI (informasi: penerimaan.ui.ac.id)," tutupnya.
Pada prodi ini, lulusan disiapkan untuk mampu mengaplikasikan ilmu aktuaria, statistika, dan ekonomi di Industri asuransi, dana pension, dan keuangan. Program studi asuransi dan aktuaria ini memiliki pengajar yang sudah tersertifikasi di bidang asuransi, aktuaria, risk management, dan keuangan.
"Mahasiswa akan menempuh pendidikan selama 3 tahun di Vokasi UI untuk mendapatkan gelar Ahli Madya," kata Ketua Program Studi Administrasi Asuransi dan Aktuaria, Asrori dalam keterangan resminya, Kamis (22/1/2020).
Vokasi UI menjalankan kurikulum 321, mahasiswa selama 3 semester belajar konsep dan praktik di kampus, 2 semester belajar di Industri dan 1 semester magang. "Dengan metode itu, saat lulus, mahasiswa sudah punya bekal pengalaman yang cukup," ucapnya.
Kurikulum dan silabus Program Studi Administrasi Asuransi dan Aktuaria telah mengikuti atau sejalan dengan kurikulum dan silabus Asosisiasi Ahli Manajemen Asuransi Indonesia (AAMAI), Persatuan Aktuaris Indonesia(PAI) dan Malaysian Insurance Institute(MII) sehingga para lulusan tidak lagi memiliki gap yang berarti dengan tuntutan industri.
Selain itu, setiap lulusan dibimbing untuk memiliki sertifikat profesi antara lain: 1) Ajun Ahli Asuransi Indonesia Jiwa (AAAIJ) dan Ahli Asuransi Indonesia Jiwa (AAIJ), 2) Ajun Ahli Asuransi Indonesia Kerugian (AAAIK) dan Ahli Asuransi Indonesia Kerugian (AAIK), 3) Associate Societies Actuary Indonesia (ASAI), 4) Certificate in General Insurance (CGI) dan Certificate in Life Insurance (CLI), 5) Certificate of The Malaysian Insurance Institute (CMII) – Life and Certificate of The Malaysian Insurance Institute (CMII) – General, 6) Underwriting Asuransi Level 5 dari LSP UI, 7) Sertifikasi Digital Insurance dari MII (Malaysian Insurance Institute).
"Dari sekian banyak sertifikasi profesi tersebut, mahasiswa wajib mampu lulus pada 4 ujian sertifikasi. Selebihnya merupakan pilihan," tutur Asrori. (Baca juga; UPI Bakal Terima 9.000 Mahasiswa Baru dari 3 Jalur )
Dia menambahkan, lulusan diploma asuransi dan aktuaria sudah mampu mempunyai minimal dua sertifikasi tersebut, maka dijamin gaji lulusannya sama bahkan lebih dari lulusan sarjana. "Calon mahasiswa baru dapat mendaftarkan diri melalui jalur Prestasi dan Pemerataan Kesempatan Belajar (PPKB) dan ujian Tulis SIMAK UI (informasi: penerimaan.ui.ac.id)," tutupnya.
(wib)