Jawa Timur

Pengusaha angkot bangkrut, desak Pemkab beli armada

Kamis,  27 Desember 2012  −  01:05 WIB
Pengusaha angkot bangkrut, desak Pemkab beli armada
Salahsatu angkot di Sidoarjo. (abdulrouf/koransindo)

Sindonews.com - Semakin sepinya penumpang membuat pengusaha angkutan umum di Sidoarjo gulung tikar. Mereka meminta agar Pemkab Sidoarjo membeli angkutan umum yang selama ini melayani rute di kawasan Sidoarjo.

Keluhan pengusaha transportasi itu disampaikan kepada Organisasi Angkutan Darat (Organda) Sidoarjo yang diminta untuk memfasilitasi ke pemkab.

"Pengusaha angkutan umum banyak yang mengeluh karena penumpang sepi. Mereka minta pemkab membeli Mobil Penumpang Umum (MPU) miliknya," ujar Ketua Organda Sidoarjo Darmadi Wicaksono, disela-sela penertiban MPU di Terminal Larangan, Rabu (26/12/2012).

Darmadi menambahkan, jika nantinya MPU dibeli Pemkab, diharapkan pengelolaannya lebih baik. Sebab, saat ini banyak MPU di beberapa trayek yang tidak beroperasi lagi.

Bahkan, beberapa trayek seperti yang melintasi Kalisampurno-Siring-Porong sudah tidak beroperasi lagi. Demikian pula di trayek lainnya, pengusaha transportasi sudah mengurangi armadanya.

Jumlah MPU di Sidoarjo yang terdiri dari 63 trayek awalnya sebanyak 1400 armada. Semakin hari pengusaha mengurangi armadanya, sehingga kini yang beroperasi tinggal 700 armada.

Sedangkan jika dijual, satu MPU yang sudah ada trayeknya harganya berkisar antara Rp 20 sampai Rp 50 juta. Itupun tergantung jalur yang dilewati.

"Paling mahal trayek Sidoarjo-Tulangan dan Krian," tandas Darmadi.

Darmadi berharap, jika nantinya MPU dibeberapa trayek bisa dibeli pemkab, pengelolaannya lebih baik. Sebab, tidak diburu setoran dan bisa mengutamakan pelayanan untuk penumpang.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (SPTI) Sidoarjo, Zainal Arifin. Menurutnya, jika Pemkab membeli MPU dibeberapa trayek nantinya bisa disubsidi.

"Pengusaha transportasi banyak yang gulung tikar karena harga suku cadang mahal. Padahal pendapatan dari MPU semakin hari semakin menurun," tandas Zainal Arifin.

Zainal kemudian mencontohkan sopir MPU yang biasanya bisa berpenghasilan Rp50 ribu. Kini untuk mendapatkan uang Rp30 ribu dalam sehari saja sulit.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sidoarjo H.M. Husni Thamrin mengatakan jika pemkab membeli MPU semua trayek sekaligus dananya tidak akan mencukupi.

"Kalau membeli secara bertahap mungkin masih bisa," tandasnya.

Husni Thamrin membenarkan jika saat ini banyak pengusaha transportasi di Sidoarjo yang kolaps. Hal ini dibuktikan dengan berkurangnya armada yang ada.

Jika nantinya pengelolaan MPU dipegang oleh pemkab, bisa dilakukan beberapa inovasi. Diantaranya untuk penumpang dari kalangan pelajar ongkosnya lebih murah.


(ysw)

views: 1.015x
shadow