Sumatera

Oknum Kepsek kepergok bawa kupu-kupu malam

Sabtu,  22 Desember 2012  −  02:48 WIB
Oknum Kepsek kepergok bawa kupu-kupu malam
Ilustrasi (Ist)

Sindonews.com - Oknum Kepala Sekolah (Kepsek) SMKN 1 Rantau Bayur Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel), M Sofuan (53) terjaring razia polisi saat sedang berdua dengan seorang wanita, Lisa (30).

Dia terjaring saat berada di dalam mobilnya Suzuki Grand Vitara warna ungu dengan pelat nomor BG 1001 YG di parkiran diskotik Darma Agung (DA) Palembang, Sabtu (22/12/2012) sekira pukul 02.00 WIB dini hari.
      
Apesnya lagi, saat digeledah anggota Ditresnarkoba Polda Sumsel di dalam mobil warga Desa Lubuk Karet, RT 001, RW 01, Kelurahan Lubuk Karet, Kecamatan Banyuasin itu, ditemukan senjata air softgun jenis FN lengkap dengan sarung serta peluru bajanya.
    
Ironisnya lagi menurut Kartu Tanda Penduduk (KTP) pria berkulit putih, tercantum sudah beristri. Namun petugas menemukan seorang wanita cantik berpakaian seksi warna hitam duduk manis di samping kirinya. Usut punya usut ternyata wanita seksi itu adalah pemandu karaoke di diskotik tersebut dan baru beberapa jam lalu dibooking Pak Kepsek.
     
Melihat gelagat tak baik dari wajah si oknum Kepsek, Kasubdit satu Ditresnarkoba Polda Sumsel, Kompol Syahril Musa langsung memerintahkan anggota Biddokes Polda yang ikut razia memeriksa urine oknum Kepsek tersebut.

”Saya merasa dijebak pak, saya cuma telan satu dan memang pak saya Kepsek SMKN 1 Rantau Bayur Banyuasin yang masih aktif bertugas sekarang,” ucap Sofuan dengan wajah pucat pasi.

Kendati dari hasil tes urinine si oknum Kepsek negatif, dia tetap digelandang ke Mapolda Sumsel lantaran membawa air softgun bukan pada tempatnya.

”Untung anggota kita jeli, melihat si oknum dan teman wanitanya sembunyi di dalam mobil. Kalau tidak lewat si oknum itu dari pemeriksaan kita ,” kata Direktur Ditresnarkoba Polda Sumsel Kombes Pol Teguh Prayitno di halaman parkir Diskotik DA.

Menurutnya, Kepsek tersebut diamankan ke Mapolda Sumsel karena membawa sejata air softgun.

"Kita amankan karena yang bersangkutan membawa senjata air softgun di tempat seperti ini, karena dalam aturan, tidak boleh senjata itu dibawa, kecuali di tempat latihan mereka," tegasnya.

Nantinya, yang menentukan oknum Kepsek itu salah atau tidak membawa air softgun adalah anggota Ditintelkam Polda Sumsel.

”Saya akan serahkan tersangka ke anggota Ditintelkam, biar mereka memeriksa nantinya, terkait kepemlikikan senjata air softgun. Kalau memang terbukti tidak bersalah akan kita lepaslah,” tandasnya.

Dihubungi terpisah Kepala Diknas Pendidikan Kabupaten Banyuasin, Darul Qutni membenarkan bahwa M Sofuan adalah Kasek SMKN 1 Rantau Bayur Banyuasin.

”Saya belum mendapat laporan itu, baik secara personal maupun pihak sekolah,” ungkap Darul saat dihubungi SINDO.

Namun yang jelas, kata Darul, jika memang diproses hukum, pihaknya masih menunggu lebih lanjut. ”Saya secara pribadi dan lembagga sangat menyayangkan jika memang itu benar terjadi. Setidak seharusnya seorang guru berada di tempat seperti itu. Kalau masalah membawa teman wanita,biar  inspektorat Banyuasin yang memprosesnya, bukan kami,”pungkasnya.


(maf)

views: 5.361x
shadow