Survei Arus Mudik Lebaran 2016, Kasus Brexit Bukti Kegagalan Polri

Jum'at, 15 Juli 2016 - 05:16 WIB
Survei Arus Mudik Lebaran...
Survei Arus Mudik Lebaran 2016, Kasus Brexit Bukti Kegagalan Polri
A A A
JAKARTA - Kemacetan parah saat arus mudik Lebatan 2016 di Tol Brebes Timur (Brexit) yang berujung pada meninggalnya belasan pemudik menjadi sorotan banyak pihak.

Bahkan, masyarakat secara garis besar menyatakan ketidakpuasan mereka terhadap pelayanan pemerintah saat arus mudik 2016. Hal itu terungkap dalam survey Indonesian Network for Public Service Watch (Inpitch) dan Berdikari Institute.

INPITCH mencatat, ada beberapa poin yang menjadi perhatiannya yang menjadi carut-marutnya arus mudik Lebaran 2016.

“Kurangnya sinergi dari pihak-pihak yang berkepentingan, yakni kepolisian, dephub, Departemen Pekerjaan Umum dan depkes membuat arus mudik Lebaran 2016 horor dan memakan korban jiwa hingga belasan orang,“ tutur Paring Waluyo Utomo selaku Direktur Eksekutif INPITCH, di Cikini, Kamis (14/7/2016).

Rekayasa arus lalu lintas yang dilakukan kepolisian pun dinilai gagal, karena tak memperhitungkan volume kendaraan dan hanya mengandalkan jalan Tol Cipali.

"Kasus Brexit bukti nyata kepolisian gagal dalam memberi pelayanan arus mudik. Pemerintah tak mampu antisipasi, dan hal ini membuktikan pelayanan Polri yang buruk,“ sambung Paring Waluyo.

Menurut surveinya, kemacetan parah yang terjadi di pintu Tol Brebes Timur selama arus mudik Lebaran terjadi karena kurangnya koordinasi dan sinergitas dengan internal kepolisian.

"Setiap polres berlomba-lomba untuk membuang arus kendaraan agar tidak kemacetan di wilayahnya. Hal ini mengakibatkan pemumpukan di titik jalur terakhir, seperti misalnya di Brebes Timur," jelasnya.

Lebih lanjut, surveinya menyebutkan, masyarakat tidak puas dengan kinerja Polri terkait kejelasan informasi soal rute pengalihan arus untuk menghindari kemacetan dan kondisi jalan.

"Masyarakat juga tidak mendapat informasi yang utuh soal jalur alternatif, sehingga banyak jalur alternatif tidak digunakan secara maksimal oleh pemudik. Menurut pantauan kami, jalur alternatif tidak digunakan maksimal," terangnya.

Survey yang digagas oleh Inpitch dan Berdikari Institute ini dilakukan mulai 3-5 Juli 2016 untuk arus mudik dan 8-10 Juli 2016 untuk arus balik. Sebanyak 5.048 responden dilibatkan dengan komposisi 70% pengguna motor dan mobil, sisanya pengguna kendaraan umum.

Inpitch dan Berdikari Institute memantau 16 titik survey berdasarkan catatan kepolisian lima tahun terkait lokasi mudik yang menjadi langganan macet dan rawan kecelakaan.
(san)
Berita Terkait
Dukung Kebijakan Larangan...
Dukung Kebijakan Larangan Mudik, Polri Majukan Operasi Ketupat di Bulan Ramadhan
Ini Persiapan Telkomsel...
Ini Persiapan Telkomsel Antisipasi Ramadhan dan Idul Fitri 2022
Menag Tegaskan Mudik...
Menag Tegaskan Mudik Lebih Banyak Mudarat Dibanding Manfaatnya
Quality Time Lebaran...
Quality Time Lebaran di Tengah Pembatasan Sosial Akibat Covid-19
Lebaran 2020, ASTRA...
Lebaran 2020, ASTRA Tol Cipali Operasikan 10 Gardu di Gerbang Tol
Selain Indonesia, Negara-negara...
Selain Indonesia, Negara-negara Ini Juga Memiliki Tradisi Mudik
Berita Terkini
Momen Jokowi Salat Jumat...
Momen Jokowi Salat Jumat Masjid Al Hikmah Sebelum Blusukan di Lampung
22 menit yang lalu
Satgas PRR Aceh Minta...
Satgas PRR Aceh Minta BPJN-Pemda Bangun Komunikasi dengan Warga Enang-Enang
22 menit yang lalu
PN Jakarta Timur Antisipasi...
PN Jakarta Timur Antisipasi Banyaknya Pendukung Dokter Tifa saat Sidang Perkara Ijazah Jokowi
1 jam yang lalu
Gubernur Mathius Dukung...
Gubernur Mathius Dukung Roadmap Pengelolaan Kehutanan Berkelanjutan di Papua
2 jam yang lalu
KPK Geledah Kantor BPK...
KPK Geledah Kantor BPK Sumsel terkait Kasus Opini WTP Muara Enim, Sejumlah Dokumen Disita
2 jam yang lalu
Catat! Minggu 28 Juni...
Catat! Minggu 28 Juni 2026 Tidak Ada CFD di Jalan Rasuna Said
2 jam yang lalu
Infografis
Jadwal One Way, Contra...
Jadwal One Way, Contra Flow, dan Ganjil-Genap Mudik Lebaran 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved