Pria di Banyuwangi Nekat Lemparkan Bom ke Rumah Pacar karena Cek-cok
Selasa, 17 Januari 2023 - 14:34 WIB
loading...
SP (27) asal Desa Temuasri, Kecamatan Sempu diringkus personel Polresta Banyuwangi setelah melempar rumah pacar dengan bom molotov.
A
A
A
BANYUWANGI - Pria di Banyuwangi nekat melemparkan bom molotov ke rumah kekasihnya, NA (40) di Desa Sumbersari, Kecamatan Srono. Akibatnya beberapa bangunan rumah rusak.
Pelaku tersebut SP (27) asal Desa Temuasri, Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi. Kini, pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di dalam penjara.
Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi, Kompol Agus Sobarnapraja mengatakan, pelemparan molotov itu dilakukan Kamis (12/1/2023) sekitar pukul 01.00 WIB. Korban nekat melancarkan aksinya karena terjadi cek-cok.
"Korban merupakan pacar pelaku. Terjadi permasalahan uang berakibat retaknya hubungan. Pelaku tidak mampu mengendalikan emosi," kata Agus saat memimpin rilis di Mapolresta Banyuwangi, pada Selasa (17/1/2023).
Baca juga: 10 Wilayah yang Ikut Bergetar Efek Guncangan Gempa Kabupaten Malang
Agus menambahkan, ada dua bom molotov yang dilemparkan tersangka ke rumah korban. Satu bom berasal dari bahan botol anggur merah, sedangkan satu lainnya berasal dari botol minuman berenergi.
"Pengakuan pelaku bom molotov dibuat dengan memasukkan bahan bakar minyak jenis pertalite yang diambil dari tangki motor tersangka. Botol kemudian ditutup dengan kapas sintetis. Itu digunakan untuk dilemparkan ke rumah korban agar rumah korban terbakar," ujarnya.
Pelaku tersebut SP (27) asal Desa Temuasri, Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi. Kini, pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di dalam penjara.
Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi, Kompol Agus Sobarnapraja mengatakan, pelemparan molotov itu dilakukan Kamis (12/1/2023) sekitar pukul 01.00 WIB. Korban nekat melancarkan aksinya karena terjadi cek-cok.
"Korban merupakan pacar pelaku. Terjadi permasalahan uang berakibat retaknya hubungan. Pelaku tidak mampu mengendalikan emosi," kata Agus saat memimpin rilis di Mapolresta Banyuwangi, pada Selasa (17/1/2023).
Baca juga: 10 Wilayah yang Ikut Bergetar Efek Guncangan Gempa Kabupaten Malang
Agus menambahkan, ada dua bom molotov yang dilemparkan tersangka ke rumah korban. Satu bom berasal dari bahan botol anggur merah, sedangkan satu lainnya berasal dari botol minuman berenergi.
"Pengakuan pelaku bom molotov dibuat dengan memasukkan bahan bakar minyak jenis pertalite yang diambil dari tangki motor tersangka. Botol kemudian ditutup dengan kapas sintetis. Itu digunakan untuk dilemparkan ke rumah korban agar rumah korban terbakar," ujarnya.
Lihat Juga :