85 Bayi di Blitar Lahir Meninggal Dunia, Dipengaruhi Kesehatan Ibu
Minggu, 15 Januari 2023 - 13:11 WIB
loading...
A
A
A
“Karena itu pemeriksaan kesehatan kehamilan secara rutin menjadi hal yang penting bagi ibu dan janin yang dikandung,” terang Etti.
Kendati demikian jumlah kasus kematian 85 bayi di sepanjang tahun 2022 lebih kecil dibanding tahun 2021. Pada tahun 2021 dinas kesehatan mencatat ada sebanyak 110 bayi yang meninggal dunia usai dilahirkan.
Selain kasus kematian bayi, di sepanjang tahun 2022 juga ditemukan 17 orang ibu hamil yang meninggal dunia. Salah satu penyebab kematian ibu hamil di Kabupaten Blitar itu adalah eklamsia atau keracunan.
Gejala keracunan kehamilan biasanya muncul pada usia kandungan di atas 20 minggu. Namun beberapa kasus terjadi lebih awal atau bahkan setelah melahirkan. Secara klinis, ibu hamil merasakan sakit kepala hebat.
Sakit kepala yang menyerang biasanya disusul gejala mata kabur, mual atau muntah, nyeri pada rusuk, sesak nafas, trombosit turun hingga wajah, tangan dan kaki bengkak. “Selain eklamsia, penyebab kematian ibu hamil adalah terinfeksi Covid-19,” katanya.
Kendati demikian jumlah kasus kematian 85 bayi di sepanjang tahun 2022 lebih kecil dibanding tahun 2021. Pada tahun 2021 dinas kesehatan mencatat ada sebanyak 110 bayi yang meninggal dunia usai dilahirkan.
Selain kasus kematian bayi, di sepanjang tahun 2022 juga ditemukan 17 orang ibu hamil yang meninggal dunia. Salah satu penyebab kematian ibu hamil di Kabupaten Blitar itu adalah eklamsia atau keracunan.
Gejala keracunan kehamilan biasanya muncul pada usia kandungan di atas 20 minggu. Namun beberapa kasus terjadi lebih awal atau bahkan setelah melahirkan. Secara klinis, ibu hamil merasakan sakit kepala hebat.
Sakit kepala yang menyerang biasanya disusul gejala mata kabur, mual atau muntah, nyeri pada rusuk, sesak nafas, trombosit turun hingga wajah, tangan dan kaki bengkak. “Selain eklamsia, penyebab kematian ibu hamil adalah terinfeksi Covid-19,” katanya.
(msd)
Lihat Juga :