Ngeri! Badai Petir dan Hujan Deras usai Brimob Eksekusi Tokoh Pemberontak
Rabu, 04 Januari 2023 - 15:47 WIB
loading...
A
A
A
Tubuhnya tak bisa ditembus peluru atau tak dapat dilukai dengan senjata api. Alhasil, untuk melumpuhkannya dengan tusukan pisau komando.
Usai kematian Maun dan raibnya Ngatmanu, sejumlah pasukan Pelopor Brimob berusaha mencari Ngatmanu di hutan Aceh. Ajaibnya, anggota Brimob itu ditemukan hidup di Kebun Raya Bogor (KRB) masih dengan seragam tempur lengkap membawa senjata dan granat nanas.
Baca juga: 3 Jenderal Polisi Pemilik Brevet Brimob, Nomor Terakhir Mantan Kapolri
Setelah ditemukan di Bogor, Ngatmanu kemudian dilucuti dan dirawat di Rumah Sakit Polri. Setelah berdinas di Pelopor, Ngatmanu pensiun dengan pangkat Inspektur Satu (Iptu) di sebuah polres di Jawa Timur.
Masih dituturkan dalam buku Resimen Pelopor (Edisi Revisi), Pasukan Elite Yang Terlupakan, syarat utama proses penangkapan dan melumpuhkan pemberontak DI/TII dalam Gerakan Operasi Militer (GOM) VI adalah tidak menggunakan senjata api. Padahal, pasukan Pelopor dikenal sebagai penembak jitu.
Jadi, tidak ada pilihan selain memakai pisau komando. Artinya, anggota Brimob harus menggunakan keterampilan bertarung jarak dekat. Sesuatu yang jarang dilakukan apalagi musuh dalam kondisi membawa senjata dan bahan peledak.
Usai kematian Maun dan raibnya Ngatmanu, sejumlah pasukan Pelopor Brimob berusaha mencari Ngatmanu di hutan Aceh. Ajaibnya, anggota Brimob itu ditemukan hidup di Kebun Raya Bogor (KRB) masih dengan seragam tempur lengkap membawa senjata dan granat nanas.
Baca juga: 3 Jenderal Polisi Pemilik Brevet Brimob, Nomor Terakhir Mantan Kapolri
Setelah ditemukan di Bogor, Ngatmanu kemudian dilucuti dan dirawat di Rumah Sakit Polri. Setelah berdinas di Pelopor, Ngatmanu pensiun dengan pangkat Inspektur Satu (Iptu) di sebuah polres di Jawa Timur.
Masih dituturkan dalam buku Resimen Pelopor (Edisi Revisi), Pasukan Elite Yang Terlupakan, syarat utama proses penangkapan dan melumpuhkan pemberontak DI/TII dalam Gerakan Operasi Militer (GOM) VI adalah tidak menggunakan senjata api. Padahal, pasukan Pelopor dikenal sebagai penembak jitu.
Jadi, tidak ada pilihan selain memakai pisau komando. Artinya, anggota Brimob harus menggunakan keterampilan bertarung jarak dekat. Sesuatu yang jarang dilakukan apalagi musuh dalam kondisi membawa senjata dan bahan peledak.
(jon)
Lihat Juga :