Sepanjang 2022, 1.465 PMKS Terjaring Razia di Jakarta Barat
Selasa, 03 Januari 2023 - 19:23 WIB
loading...
Manusia silver tengah melakukan aktivitasnya di dekat para pengendara yang berhenti karena lampu merah. Foto: MPI/Dimas Choirul
A
A
A
JAKARTA - Suku Dinas Sosial ( Sudinsos ) Jakarta Barat mencatat, sebanyak 1.465 Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial ( PMKS ) terjaring razia selama 2022. Dari ribuan PMKS yang terjaring, kategori gelandangan merupakan yang paling sering dirazia.
"Petugas telah laksanakan tugas dan sudah ada kurang lebih 1.465 PMKS terjaring razia yang terdiri dari 14 jenis mulai dari gelandangan, pengemis wanita, Pekerja Seks Komersial (PSK), pemulung, dan berbagai jenis PMKS lainnya," ujar Kasudinsos Jakarta Barat Suprapto kepada wartawan, Selasa (3/1/2023). Baca juga: Ratusan PMKS Terjaring Operasi di Jakarta Pusat
Suprapto menjelaskan, mayoritas dari PMKS tersebut bermodus pura-pura sakit atau lumpuh tidak bisa jalan. Hal itu dilakukan demi meraih uluran tangan para dermawan.
"Nah ini memang banyak yang berpura-pura sakit atau tidak bisa jalan, lumpuh, dan digendong atau ditandu oleh seorang anak ya. Tapi setelah petugas mendapati sering dan melihat mereka ternyata bisa berjalan," ujarnya.
Berdasarkan data yang diberikan Suprapto, jumlah PMKS yang paling banyak terjaring terjadi pada bulan April, atau tepatnya saat bulan Ramadan. Saat itu total sebanyak 249 orang PMKS dirazia.
"Sementara itu, angka terendah terjadi pada Mei yakni sebanyak 50 orang. Di bulan tersebut paling banyak terjaring yakni kategori Orang Dalam Masalah Kejiwaan (OMDK)," paparnya.
"Petugas telah laksanakan tugas dan sudah ada kurang lebih 1.465 PMKS terjaring razia yang terdiri dari 14 jenis mulai dari gelandangan, pengemis wanita, Pekerja Seks Komersial (PSK), pemulung, dan berbagai jenis PMKS lainnya," ujar Kasudinsos Jakarta Barat Suprapto kepada wartawan, Selasa (3/1/2023). Baca juga: Ratusan PMKS Terjaring Operasi di Jakarta Pusat
Suprapto menjelaskan, mayoritas dari PMKS tersebut bermodus pura-pura sakit atau lumpuh tidak bisa jalan. Hal itu dilakukan demi meraih uluran tangan para dermawan.
"Nah ini memang banyak yang berpura-pura sakit atau tidak bisa jalan, lumpuh, dan digendong atau ditandu oleh seorang anak ya. Tapi setelah petugas mendapati sering dan melihat mereka ternyata bisa berjalan," ujarnya.
Berdasarkan data yang diberikan Suprapto, jumlah PMKS yang paling banyak terjaring terjadi pada bulan April, atau tepatnya saat bulan Ramadan. Saat itu total sebanyak 249 orang PMKS dirazia.
"Sementara itu, angka terendah terjadi pada Mei yakni sebanyak 50 orang. Di bulan tersebut paling banyak terjaring yakni kategori Orang Dalam Masalah Kejiwaan (OMDK)," paparnya.
Lihat Juga :