Seleb Tiktok Nirwana Selle Tewas Terbakar, Ini Sosoknya di Mata Keluarga
Rabu, 28 Desember 2022 - 23:38 WIB
loading...
Tangis pecah keluarga menyambut kedatangan jenazah Nirwana Selle Seleb TikTok yang tewas terbakar di area PT GNI tempatnya bekerja di Morowali Utara, Sulteng. Foto: Tangkapan Layar
A
A
A
PINRANG - Nama Nirwana Selle mendadak viral usai postingan terakhirnya tersebar luas di dunia maya sebelum insiden kebakaran di PT. Gunbuster Nickel Industry (GNI) Kabupaten Morowali Utara , Sulteng, Kamis (22/12/2022).
Seleb TikTok asal Kabupaten Pinrang, Sulsel itu tewas mengenaskan dalam kebakaran akibat ledakan tungku di smelter dua PT GNI.
Nirwana Selle bekerja sebagai operator alat berat di perusahaan nikel yang berada di Desa Bungintimbe, Kecamatan Petasia Timur, Kabupaten Morowali Utara itu. Saat peristiwa itu, dia tengah berada di dalam kabin sehingga tak bisa menyelamatkan diri.
Baca juga: Tragis, Buruh Pabrik Tebu di Lampung Utara Tewas Tergiling Mesin
Duka atas meninggalnya mendiang Nirwana juga dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia. Bahkan, masyarakat mengaku dibuat sedih lewat postingan terakhir instagramnya yang dicocoklogikan dengan musibah kebakaran tersebut.
"Baku sahabat mi deng debu nya smelter," caption postingan terakhir @nirwanaaa_55.
Kini duka masih menyelimuti kediamannya di Desa Bunga, Kecamatan Mattiro Bulu, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Terlebih Darna, ibunda Nirwana, dia seolah tak percaya anaknya pergi begitu cepat.
Dia pun menceritakan sosok anaknya tersebut. Menurutnya, Nirwana merupakan anak ketiga dari empat bersaudara. “Awalnya dirinya bekerja di PT GNI karena keinginan dirinya yang ingin segera bekerja setelah tamat sekolah,” tutur Darna.
Baca juga: 10 Korban Longsor di Maros Dirawat di Puskesmas, 6 Lainnya dalam Pencarian
Menurut dia, sosoknya yang ceria dan pekerja keras selalu menjadi perhatian di tempatnya bekerja, hingga akhirnya dipercaya menjadi operator crane. “Anaknya ceria dan pekerja keras,” ujarnya.
Kini Nirwana telah dimakamkan di Desa Bunga, Kecamatan Mattiro Bulu, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.
Viralnya tragedi yang menimpa Nirwana menjadi salah satu fakta kurangnya safety di PT GNI tempatnya bekerja.
Hal itu juga disorot Muhammad Safri selaku Wakil Ketua DPRD Morut. Menurut dia, Gubernur Sulawesi Tengah Rusdi Mastura harus bertindak tegas atas kejadian tersebut. Pasalnya, kecelakaan kerja sudah kerap terjadi di PT. GNI sehingga mengakibatkan kefatalan bagi para karyawannya.
Baca juga: Nahas! Pria di Berau Kaltim Dibacok Selingkuhan Istri, Leher dan Kepala Bercucuran Darah
"Gubernur sudah pasti mendengar kabar peristiwa yang terjadi di PT GNI dan ini bukan sekali dua kali. Olehnya itu, Beliau tidak boleh menutup mata. Ini masalah serius, pemprov harus bertindak tegas dalam menyikapinya. Nyawa manusia sudah melayang dimana mereka selama ini,” tegas Safri.
Selain itu, Safri juga menambahkan bahwa keselamatan dan keamanan karyawan kurang diperhatikan di perusahaan tersebut. Bahkan, mereka harus membeli APD K3 secara mandiri dan tidak disediakan oleh perusahaan.
“Jadi memang saya lihat kemarin, keselamatan karyawan kurang diperhatikan disini. Untuk APD K3 yang seharusnya disiapkan oleh perusahaan itu malah karyawan yang harus beli. Tolong Disnakertrans provinsi untuk segera turun melakukan investigasi mengingat banyak masalah-masalah ketenagakerjaan yang terjadi di PT GNI,” beber Safri.
Sementara itu, pihak PT. GNI nampaknya belum memberikan klarifikasi apapun.
Seleb TikTok asal Kabupaten Pinrang, Sulsel itu tewas mengenaskan dalam kebakaran akibat ledakan tungku di smelter dua PT GNI.
Nirwana Selle bekerja sebagai operator alat berat di perusahaan nikel yang berada di Desa Bungintimbe, Kecamatan Petasia Timur, Kabupaten Morowali Utara itu. Saat peristiwa itu, dia tengah berada di dalam kabin sehingga tak bisa menyelamatkan diri.
Baca juga: Tragis, Buruh Pabrik Tebu di Lampung Utara Tewas Tergiling Mesin
Duka atas meninggalnya mendiang Nirwana juga dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia. Bahkan, masyarakat mengaku dibuat sedih lewat postingan terakhir instagramnya yang dicocoklogikan dengan musibah kebakaran tersebut.
"Baku sahabat mi deng debu nya smelter," caption postingan terakhir @nirwanaaa_55.
Kini duka masih menyelimuti kediamannya di Desa Bunga, Kecamatan Mattiro Bulu, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Terlebih Darna, ibunda Nirwana, dia seolah tak percaya anaknya pergi begitu cepat.
Dia pun menceritakan sosok anaknya tersebut. Menurutnya, Nirwana merupakan anak ketiga dari empat bersaudara. “Awalnya dirinya bekerja di PT GNI karena keinginan dirinya yang ingin segera bekerja setelah tamat sekolah,” tutur Darna.
Baca juga: 10 Korban Longsor di Maros Dirawat di Puskesmas, 6 Lainnya dalam Pencarian
Menurut dia, sosoknya yang ceria dan pekerja keras selalu menjadi perhatian di tempatnya bekerja, hingga akhirnya dipercaya menjadi operator crane. “Anaknya ceria dan pekerja keras,” ujarnya.
Kini Nirwana telah dimakamkan di Desa Bunga, Kecamatan Mattiro Bulu, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.
Viralnya tragedi yang menimpa Nirwana menjadi salah satu fakta kurangnya safety di PT GNI tempatnya bekerja.
Hal itu juga disorot Muhammad Safri selaku Wakil Ketua DPRD Morut. Menurut dia, Gubernur Sulawesi Tengah Rusdi Mastura harus bertindak tegas atas kejadian tersebut. Pasalnya, kecelakaan kerja sudah kerap terjadi di PT. GNI sehingga mengakibatkan kefatalan bagi para karyawannya.
Baca juga: Nahas! Pria di Berau Kaltim Dibacok Selingkuhan Istri, Leher dan Kepala Bercucuran Darah
"Gubernur sudah pasti mendengar kabar peristiwa yang terjadi di PT GNI dan ini bukan sekali dua kali. Olehnya itu, Beliau tidak boleh menutup mata. Ini masalah serius, pemprov harus bertindak tegas dalam menyikapinya. Nyawa manusia sudah melayang dimana mereka selama ini,” tegas Safri.
Selain itu, Safri juga menambahkan bahwa keselamatan dan keamanan karyawan kurang diperhatikan di perusahaan tersebut. Bahkan, mereka harus membeli APD K3 secara mandiri dan tidak disediakan oleh perusahaan.
“Jadi memang saya lihat kemarin, keselamatan karyawan kurang diperhatikan disini. Untuk APD K3 yang seharusnya disiapkan oleh perusahaan itu malah karyawan yang harus beli. Tolong Disnakertrans provinsi untuk segera turun melakukan investigasi mengingat banyak masalah-masalah ketenagakerjaan yang terjadi di PT GNI,” beber Safri.
Sementara itu, pihak PT. GNI nampaknya belum memberikan klarifikasi apapun.
(nic)
Lihat Juga :