Kaleidoskop 2022: Pemberantasan Sarang Narkoba di Jakarta
Kamis, 29 Desember 2022 - 06:00 WIB
loading...
Sejumlah warga Kampung Boncos ditangkap dalam penggerebekan polisi pada Jumat (18/3/2022). Sejumlah barang bukti diamankan polisi dalam penggerebekan ini. Foto: Dok/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Tahun 2022 hanya tinggal menghitung hari. Bahkan, sejumlah persiapan sedang dilakukan pemerintah begitu juga polisi untuk melakukan pengamanan dalam perayaan malam pergantian Tahun Baru 2023 .
Sepanjang tahun 2022, beberapa lokasi yang diduga menjadi sarang narkoba di Jakarta digerebek polisi. Bahkan, perlawanan terhadap penyebaran barang haram di Ibu Kota Jakarta itu juga terus dilakukan pihak kepolisian. Baca juga:Polisi Gerebek Sarang Narkoba Kampung Bahari Tanjung Priok
SINDOnews.com merangkum wilayah di Jakarta yang jadi sarang peredaran narkoba. Berikut lokasinya:
1. Kampung Boncos
![Kaleidoskop 2022: Pemberantasan Sarang Narkoba di Jakarta]()
Polres Jakarta Barat dan Polda Metro Jaya kerap melakukan penggerebekan di Kampung Boncos. Kampung yang terletak di Kelurahan Kota Bambu Selatan, Palmerah, Jakarta Barat, dikenal sebagai salah satu sarang peredaran narkoba.
Bahkan, pihak kepolisian kerap melakukan penggerebekan di Kampung Boncos. Tak sedikit bandar, pengecer, dan pemakai narkoba yang ditangkap polisi di tempat ini.
Meski demikian, mereka tetap beroperasi dan memakai tempat ini untuk memakai dan mengedarkan barang haram tersebut, Polisi juga tidak gentar melakukan tindakan tegas dan terukur di Kampung Boncos ini.
Pada Senin 17 Oktober 2022, polisi menggerebek tempat ini dan menangkap empat orang berikut barang buktinya. Keempatnya yakni HM, M, MA, dan perempuan berinisial W. Mereka diduga hendak membeli narkoba.
“Kita amankan empat orang. Kita tes urine, positif satu orang. Positif benzodiazepine (psikotropika) inisial HM," kata Kapolsek Palmerah AKP Dodi Abdul Rohim.
Kemudian, pada penggerebekan Kampung Boncos Kamis 1 Desember 2022, polisi menangkap 12 orang. Belasan orang itu merupakan pengedar dan pemakai narkoba.
"Ada 12 orang yang kami amankan dulu. Nanti akan kami tes urine, kita lihat positif atau enggak," ungkap Dodi Abdul Rohim.
Dodi menuturkan, dari penggerebekan ini petugas mengamankan barang bukti berupa handphone, alat bong, dan cangklong. Selain itu, ada juga senjata tajam berupa celurit, samurai, golok, hingga pisau dapur.
"Satu orang yang diduga sebagai pengedar kami amankan. Meski tidak ada barang bukti yang didapat, namun kami akan mengembangkan jaringan dari terduga pelaku ini," ucapnya.
Dodi menegaskan, pihaknya akan terus menindak tegas para pengguna, pengedar, maupun bandar narkotika di wilayah hukumnya.
Bahkan, di lokasi ini mantan anggota polisi juga pernah ditangkap terkait kasus narkoba. Mantan anggota polisi berinisial P (28), ditangkap polisi terkait kasus dugaan narkoba di Kampung Boncos, Palmerah, Jakarta Barat.
Penangkapan P terjadi saat jajaran Unit Reserse Polsek Palmerah melakukan penggerebekan di Kampung Boncos, Rabu 2 November 2022.
P mengaku telah mengonsumsi sabu sejak empat tahun silam. Adapun alasan P memakai barang haram tersebut lantaran depresi pasca menderita sakit.
"Setelah itu (koma), kan masih pemulihan bang.Belum bisa masuk dinas, tangan patah nongkrong sama teman. Saya stres depresi. Saya salah pergaulan," katanya, Kamis 3 November 2022.
Pria yang pernah bertugas di Divisi Propam Polda Metro Jaya tersebut mengatakan, dirinya baru setahun terakhir bermain narkoba di Kampung Boncos. Awalnya ia diajak teman sesama anggota di kepolisian. Dengan nada bicara pelan, dia membeberkan, masih ada anggota polisi lain yang sering main ke Kampung Boncos untuk membeli sabu.
"Sepengetahuan saya iya (masih banyak anggota polisi)," ujarnya.
Untuk menghilangkan stigma buruk Kampung Boncos, polisi mengubahnya menjadi Kampung Kiapang. Polisi berharap, dengan perubahan nama itu dapat menjadi lebih baik.
2. Kampung Ambon
![Kaleidoskop 2022: Pemberantasan Sarang Narkoba di Jakarta]()
Mendengar kata Kampung Ambon memang sudah tidak asing di telingan warga Jakarta Barat. Kampung Ambon di Kompleks Permata, Kedaung Kali Angke, Cengkareng, Jakarta Barat, ini dikenal sebagai sarang peredaran narkoba sejak tahun 1990-an.
Polisi kerap melakukan penggerebekan di Kampung Ambon. Karena, kampung ini diduda sebagai sarang penyebaran narkoba berbagai macam jenis.
Dalam melakukan penggerebekan di Kampung Ambon, polisi kerap menangkap pelaku penyalahgunaan narkoba. Bahkan, pengedar dan bandar sabu juga pernah ditangkap di lokasi ini.
Bahkan, sejumlah barang bukti juga didapatkan polisi dari Kampung Ambon. Saat mengamankan tiga pengedar narkoba, polisi mengamankan paket sabu siap edar dan uang sebesar Rp34 juta.
Jaringan narkoba yang beredar di Kompleks Permata Kedaung Kali Angke atau yang dikenal sebagai Kampung Ambon memiliki kode atau cara tertentu untuk mengelabui polisi. Masyarakat Kampung Ambon yang terjaring narkoba menggunakan kode saat berkomunikasi via WhatsApp.
Kapolsek Cengkareng Kompol Ardhie Demastyo mengatakan, masyarakat Kampung Ambon yang terjaring narkoba melakukan transaksi serta mengatur kode keamanan dalam WhatsApp menghindari jeratan dari pihak kepolisian.
"Di Kampung Ambon juga mereka pakai kode. Kemarin, salah satu pelaku, kami dapatkan telah melakukan komunikasi melalui pesan singkat aplikasi WhatsApp," ujar Ardhie saat dikonfirmasi wartawan, Selasa 22 Maret 2022.
Begitu juga dengan Kampung Boncos, polisi ingin mengubah wajah Kampung Ambon menjadi lebih baik. Maka itu, Polda Metro Jaya bakal terus memberantas peredaran narkoba di kampung ini dan juga Jakarta.
3. Kampung Bahari
![Kaleidoskop 2022: Pemberantasan Sarang Narkoba di Jakarta]()
Polisi kerap melakukan penggerebekan di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Alasannya, kampung ini identik dengan peredaran narkoba.
Bahkan, beberapa kali polisi melakukan penggerebekan di tempat ini. Aparat kepolisian kerap mendapatkan perlawanan dari sejumlah warganya.
Saat polisi mengacak-acak Kampung Bahari untuk memberantas peredaran narkoba di wilayah ini justru mendapatkan penyerangan. Seperti penyeragan memakai batu dan petasan.
Penggerebekan yang dilakukan aparat Polres Jakarta Utara di Kampung Bahari RW 12 Blok A2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Jumat 9 Desember 2022 membuat sejumlah anggota polisi terluka.
Kapolsek Tanjung Priok Kompol Muhammad Yamin mengatakan, dari aksi penyerangan ini dirinya dan satu anggotanya terkena batu hingga ledakan petasan. Baca juga: Sapma Pemuda Pancasila Acungi Jempol Penggerebekan Sarang Narkoba Kampung Bahari
"Satu anggota saya, panit (perwira unit) Reskrim terluka, kalau saya baju dinas yang saya pakai tadi bolong-bolong terkena percikan ledakan petasan tapi saya tidak luka-luka," katanya.
Sepanjang tahun 2022, beberapa lokasi yang diduga menjadi sarang narkoba di Jakarta digerebek polisi. Bahkan, perlawanan terhadap penyebaran barang haram di Ibu Kota Jakarta itu juga terus dilakukan pihak kepolisian. Baca juga:Polisi Gerebek Sarang Narkoba Kampung Bahari Tanjung Priok
SINDOnews.com merangkum wilayah di Jakarta yang jadi sarang peredaran narkoba. Berikut lokasinya:
1. Kampung Boncos

Polres Jakarta Barat dan Polda Metro Jaya kerap melakukan penggerebekan di Kampung Boncos. Kampung yang terletak di Kelurahan Kota Bambu Selatan, Palmerah, Jakarta Barat, dikenal sebagai salah satu sarang peredaran narkoba.
Bahkan, pihak kepolisian kerap melakukan penggerebekan di Kampung Boncos. Tak sedikit bandar, pengecer, dan pemakai narkoba yang ditangkap polisi di tempat ini.
Meski demikian, mereka tetap beroperasi dan memakai tempat ini untuk memakai dan mengedarkan barang haram tersebut, Polisi juga tidak gentar melakukan tindakan tegas dan terukur di Kampung Boncos ini.
Pada Senin 17 Oktober 2022, polisi menggerebek tempat ini dan menangkap empat orang berikut barang buktinya. Keempatnya yakni HM, M, MA, dan perempuan berinisial W. Mereka diduga hendak membeli narkoba.
“Kita amankan empat orang. Kita tes urine, positif satu orang. Positif benzodiazepine (psikotropika) inisial HM," kata Kapolsek Palmerah AKP Dodi Abdul Rohim.
Kemudian, pada penggerebekan Kampung Boncos Kamis 1 Desember 2022, polisi menangkap 12 orang. Belasan orang itu merupakan pengedar dan pemakai narkoba.
"Ada 12 orang yang kami amankan dulu. Nanti akan kami tes urine, kita lihat positif atau enggak," ungkap Dodi Abdul Rohim.
Dodi menuturkan, dari penggerebekan ini petugas mengamankan barang bukti berupa handphone, alat bong, dan cangklong. Selain itu, ada juga senjata tajam berupa celurit, samurai, golok, hingga pisau dapur.
"Satu orang yang diduga sebagai pengedar kami amankan. Meski tidak ada barang bukti yang didapat, namun kami akan mengembangkan jaringan dari terduga pelaku ini," ucapnya.
Dodi menegaskan, pihaknya akan terus menindak tegas para pengguna, pengedar, maupun bandar narkotika di wilayah hukumnya.
Bahkan, di lokasi ini mantan anggota polisi juga pernah ditangkap terkait kasus narkoba. Mantan anggota polisi berinisial P (28), ditangkap polisi terkait kasus dugaan narkoba di Kampung Boncos, Palmerah, Jakarta Barat.
Penangkapan P terjadi saat jajaran Unit Reserse Polsek Palmerah melakukan penggerebekan di Kampung Boncos, Rabu 2 November 2022.
P mengaku telah mengonsumsi sabu sejak empat tahun silam. Adapun alasan P memakai barang haram tersebut lantaran depresi pasca menderita sakit.
"Setelah itu (koma), kan masih pemulihan bang.Belum bisa masuk dinas, tangan patah nongkrong sama teman. Saya stres depresi. Saya salah pergaulan," katanya, Kamis 3 November 2022.
Pria yang pernah bertugas di Divisi Propam Polda Metro Jaya tersebut mengatakan, dirinya baru setahun terakhir bermain narkoba di Kampung Boncos. Awalnya ia diajak teman sesama anggota di kepolisian. Dengan nada bicara pelan, dia membeberkan, masih ada anggota polisi lain yang sering main ke Kampung Boncos untuk membeli sabu.
"Sepengetahuan saya iya (masih banyak anggota polisi)," ujarnya.
Untuk menghilangkan stigma buruk Kampung Boncos, polisi mengubahnya menjadi Kampung Kiapang. Polisi berharap, dengan perubahan nama itu dapat menjadi lebih baik.
2. Kampung Ambon

Mendengar kata Kampung Ambon memang sudah tidak asing di telingan warga Jakarta Barat. Kampung Ambon di Kompleks Permata, Kedaung Kali Angke, Cengkareng, Jakarta Barat, ini dikenal sebagai sarang peredaran narkoba sejak tahun 1990-an.
Polisi kerap melakukan penggerebekan di Kampung Ambon. Karena, kampung ini diduda sebagai sarang penyebaran narkoba berbagai macam jenis.
Dalam melakukan penggerebekan di Kampung Ambon, polisi kerap menangkap pelaku penyalahgunaan narkoba. Bahkan, pengedar dan bandar sabu juga pernah ditangkap di lokasi ini.
Bahkan, sejumlah barang bukti juga didapatkan polisi dari Kampung Ambon. Saat mengamankan tiga pengedar narkoba, polisi mengamankan paket sabu siap edar dan uang sebesar Rp34 juta.
Jaringan narkoba yang beredar di Kompleks Permata Kedaung Kali Angke atau yang dikenal sebagai Kampung Ambon memiliki kode atau cara tertentu untuk mengelabui polisi. Masyarakat Kampung Ambon yang terjaring narkoba menggunakan kode saat berkomunikasi via WhatsApp.
Kapolsek Cengkareng Kompol Ardhie Demastyo mengatakan, masyarakat Kampung Ambon yang terjaring narkoba melakukan transaksi serta mengatur kode keamanan dalam WhatsApp menghindari jeratan dari pihak kepolisian.
"Di Kampung Ambon juga mereka pakai kode. Kemarin, salah satu pelaku, kami dapatkan telah melakukan komunikasi melalui pesan singkat aplikasi WhatsApp," ujar Ardhie saat dikonfirmasi wartawan, Selasa 22 Maret 2022.
Begitu juga dengan Kampung Boncos, polisi ingin mengubah wajah Kampung Ambon menjadi lebih baik. Maka itu, Polda Metro Jaya bakal terus memberantas peredaran narkoba di kampung ini dan juga Jakarta.
3. Kampung Bahari

Polisi kerap melakukan penggerebekan di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Alasannya, kampung ini identik dengan peredaran narkoba.
Bahkan, beberapa kali polisi melakukan penggerebekan di tempat ini. Aparat kepolisian kerap mendapatkan perlawanan dari sejumlah warganya.
Saat polisi mengacak-acak Kampung Bahari untuk memberantas peredaran narkoba di wilayah ini justru mendapatkan penyerangan. Seperti penyeragan memakai batu dan petasan.
Penggerebekan yang dilakukan aparat Polres Jakarta Utara di Kampung Bahari RW 12 Blok A2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Jumat 9 Desember 2022 membuat sejumlah anggota polisi terluka.
Kapolsek Tanjung Priok Kompol Muhammad Yamin mengatakan, dari aksi penyerangan ini dirinya dan satu anggotanya terkena batu hingga ledakan petasan. Baca juga: Sapma Pemuda Pancasila Acungi Jempol Penggerebekan Sarang Narkoba Kampung Bahari
"Satu anggota saya, panit (perwira unit) Reskrim terluka, kalau saya baju dinas yang saya pakai tadi bolong-bolong terkena percikan ledakan petasan tapi saya tidak luka-luka," katanya.
(mhd)
Lihat Juga :