Harga Beras di Kolaka Utara Naik Jelang Pergantian Tahun, Pedagang Mengeluh
Selasa, 20 Desember 2022 - 13:41 WIB
loading...
Menjelang Natal dan Tahun Baru, Harga beras di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra) mengalami kenaikan. Foto Muh Rusli
A
A
A
KOLAKA UTARA - Menjelang Natal dan Tahun Baru, harga beras di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Kolaka Utara , Sulawesi Tenggara (Sultra) mengalami kenaikan. Beras merek Tiga Telur, salah satu yang dijual Rp600.000 per karung 50 kg.
Suriani, pedagang beras di pasar Sentral Lacaria, Lasusua mengatakan semua jenis dan merek beras mengalami kenaikan. Namun, satu di antaranya yang banyak dikonsumsi melonjak signifikan sehingga tidak ada yang mau beli."Hanya bertanya saja lalu pergi setelah disebutkan harga karena mengira di tempat lain lebih murah," ujar Suriani, Senin (20/12/2022).Baca juga: Dukung Bulog Impor Beras, Kepala Bapanas: Urusan Perut Jangan Main-main
Beras Tiga Telur dipasok dari Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan dengan harga Rp560.000 per karung. Harganya melonjak per pekan mulai dari Rp510.000 pada November 2022 menjadi Rp580.000 pekan lalu dan mencapai Rp600.000 hari ini.
Meski demikian, harga per kg-nya tetap dijual beda tipis dengan beras medium lainnya yang bisa dibanderol Rp15.000 per kg agar laku. Selain penjualan berkurang, keuntungan akibat beras merangkak naik diakui juga menurun. "Beli sedikit-sedikit," katanya.
Suriani, pedagang beras di pasar Sentral Lacaria, Lasusua mengatakan semua jenis dan merek beras mengalami kenaikan. Namun, satu di antaranya yang banyak dikonsumsi melonjak signifikan sehingga tidak ada yang mau beli."Hanya bertanya saja lalu pergi setelah disebutkan harga karena mengira di tempat lain lebih murah," ujar Suriani, Senin (20/12/2022).Baca juga: Dukung Bulog Impor Beras, Kepala Bapanas: Urusan Perut Jangan Main-main
Beras Tiga Telur dipasok dari Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan dengan harga Rp560.000 per karung. Harganya melonjak per pekan mulai dari Rp510.000 pada November 2022 menjadi Rp580.000 pekan lalu dan mencapai Rp600.000 hari ini.
Meski demikian, harga per kg-nya tetap dijual beda tipis dengan beras medium lainnya yang bisa dibanderol Rp15.000 per kg agar laku. Selain penjualan berkurang, keuntungan akibat beras merangkak naik diakui juga menurun. "Beli sedikit-sedikit," katanya.
Lihat Juga :