Sejarah Tambun Bekasi yang Dulunya Perkebunan Milik Saudagar Tionghoa Ternama

Minggu, 18 Desember 2022 - 15:27 WIB
loading...
Sejarah Tambun Bekasi...
Gedung Juang Tambun 45, saksi sejarah di Kabupaten Bekasi. Foto: kemdikbud.go.id
A A A
BEKASI - Tahukah bahwa wilayah Tambun, Kabupaten Bekasi dulunya dikenal Land Tamboen atau di dalamnya terdapat perkebunan terbesar milik Khouw Tian Sek, saudagar Tionghoa ternama. Dia juga merupakan tuan tanah di Batavia.

Pada tahun 1868, wilayah Tambun merupakan tanah particuliere landerijen atau perkebunan swasta yang cukup luas semasa pemerintah kolonial. Sebelumnya, Tambun lebih dulu beralih menjadi Land Tamboen pada 1862.
Baca juga: Sejarah Bekasi, Peninggalan Ibu Kota Kerajaan Tarumanegara Penguasa Bumi Nusantara Tahun 358 Masehi

Sebagian besar orang yang tinggal di Bekasi bukanlah penduduk asli. Mereka didatangkan dari Cirebon pada 1823-1824.

Adapun pemilik tanah partikelir di Bekasi kebanyakan orang Tionghoa, termasuk empunya tanah di Land Tamboen.

Singkat cerita, Land Tamboen dimiliki Khouw Tian Sek pada tahun 1841. Land Tamboen berubah menjadi perkebunan terbesar dan terpenting bagi perusahaan keluarganya.

Tanaman yang dibudidayakan adalah padi, nila, gula, kelapa, karet, dan kacang. Berkat kepiawaiannya, Khouw Tian Sek diangkat pemerintah kolonial Belanda menjadi Luitenant der Chinezen.

Setelah Khouw Tian Sek meninggal pada 1843, kepemilikan Tamboen beralih ke keturunannya. Dia mempunyai 3 anak yaitu Khouw Tjeng Tjoan, Khouw Tjeng Kee, dan Khouw Tjeng Po.

Di Tambun, keluarga Khouw Tian Sek mendirikan Landhuis Tamboen. Bangunan yang disebut gedung tinggi ini terakhir dikuasai Maatschappij Khouw Tjeng Kee yang dipimpin Khouw Oen Hoei, anak Khouw Tjeng Kee. Gedung tersebut kemudian menjadi Gedung Juang 45.
Baca juga: Sejarah Jembatan Bekasi, Saksi Bisu Pembantaian Tentara Jepang di Kali Bekasi

Dikutip dari kemdikbud.go.id, dalam sejarahnya pada masa pendudukan Jepang, Gedung Juang 45 pernah menjadi pangkalan militer di Bekasi. Kemudian, masa revolusi fisik gedung ini digunakan sebagai Kantor Kabupaten Jatinegara sekaligus pusat komando perjuangan rakyat.

Pada masa Agresi Militer I, Belanda berhasil menguasai gedung ini hingga tahun 1949. Setelah itu, gedung dipakai untuk berbagai keperluan seperti kantor DPRD Tingkat II Bekasi dan Akademi Pembangunan Desa.

Kini gedung yang berlokasi di Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi itu merupakan Museum Bekasi yang dikelola Pemkab Bekasi.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BPDP Dukung Jakarta...
BPDP Dukung Jakarta Fiscal Forum 2026, Perkuat Kolaborasi untuk Pembangunan Berkelanjutan
Dear You dan Ketakutan...
Dear You dan Ketakutan yang Salah Arah
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
Rekomendasi
400 Ribu Anak Muda Idap...
400 Ribu Anak Muda Idap Diabetes, BPJS Kesehatan Gelar Fun Run untuk Kampanye Hidup Sehat
Aljazair dan Austria...
Aljazair dan Austria Lolos Dramatis usai Bermain Imbang 3-3 di Laga Penuh Drama
JAECOO Catat 20.000...
JAECOO Catat 20.000 Pengiriman J5 EV di Indonesia, Ini Target Selanjutnya
Berita Terkini
Jelang Hari Bhayangkara...
Jelang Hari Bhayangkara Ke-80, Polda Riau Tuntaskan 110 Jembatan Merah Putih Presisi
Deteksi Bibit Siklon...
Deteksi Bibit Siklon Tropis 96W, BMKG Imbau Masyarakat Waspada Gelombang Tinggi
Dukung Generasi Alpha...
Dukung Generasi Alpha dan Beta, S-26 Gelar Event di Surabaya dan Jakarta
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Ribuan Warga Padati CFD Sudirman-Thamrin Saksikan Karnaval Budaya
Kemenag Cabut Izin Pesantren...
Kemenag Cabut Izin Pesantren Ibadurrahman Buntut Kasus Kekerasan Seksual
Sinara Fest 2026 NTB...
Sinara Fest 2026 NTB Wujud Dukungan BPDP Terhadap Ketahanan Pangan dan UMKM
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved