Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Meningkat Setiap Tahun, LaPISMedik: Perlu Pemetaan Kasus
Senin, 12 Desember 2022 - 08:40 WIB
loading...
Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak cenderung meningkat setiap tahun. Pemerhati masalah perempuan dan anak dari LaPISMedik Makassar menilai perlunya pemetaan terhadap kasus. Foto Antara
A
A
A
MAKASSAR - Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak cenderung meningkat setiap tahun. Pemerhati masalah perempuan dan anak dari Lembaga Pendidikan Informasi Media Publik (LaPISMedik) Makassar menilai perlunya pemetaan terhadap kasus.
"Dengan pemetaan itu maka bisa ditarik benang merahnya, baik dalam penanganan maupun upaya pencegahannya," kata Hatita di Makassar, Minggu (11/12/2022). Baca juga: Didampingi RPA Perindo, Keluarga Korban Kekerasan Anak Minta Pelaku Ditangkap
Sebelumnya Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Makassar melansir sepanjang 2021, jumlah kekerasan terhadap perempuan dan anak mencapai 1.551 kasus. Dari jumlah tersebut, 774 kasus kekerasan terhadap anak, KDRT 184, Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH) 98 kasus.
Sementara penanganan kasusnya, dalam kurun lima tahun terakhir, mengalami peningkatan sekitar 10 persen atau rata-rata ada peningkatan sebesar dua persen setiap tahunnya.
"Dengan pemetaan itu maka bisa ditarik benang merahnya, baik dalam penanganan maupun upaya pencegahannya," kata Hatita di Makassar, Minggu (11/12/2022). Baca juga: Didampingi RPA Perindo, Keluarga Korban Kekerasan Anak Minta Pelaku Ditangkap
Sebelumnya Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Makassar melansir sepanjang 2021, jumlah kekerasan terhadap perempuan dan anak mencapai 1.551 kasus. Dari jumlah tersebut, 774 kasus kekerasan terhadap anak, KDRT 184, Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH) 98 kasus.
Sementara penanganan kasusnya, dalam kurun lima tahun terakhir, mengalami peningkatan sekitar 10 persen atau rata-rata ada peningkatan sebesar dua persen setiap tahunnya.
Lihat Juga :