Statusnya Awas, Gunung Semeru Alami 22 Kali Gempa Erupsi
Selasa, 06 Desember 2022 - 11:14 WIB
loading...
A
A
A
Pihaknya mengimbau warga tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 17 km dari puncak atau pusat erupsi. Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan.
"Sebab masih berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 19 KM dari puncak," ungkap dia.
Warga juga diminta mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.
Sebelumnya, Senin malam kemarin (5/12/2022) pukul 21.50 WIB, puncak Gunung Semeru terpantau mengeluarkan lava pijar yang menyala kemerahan. Hal ini terlihat dari rekaman kamera CCTV yang terpasang di pos pantau Gunung Semeru milik BPBD.
Gunung Semeru mengalami peningkatan aktivitas dengan ditandai luncuran awan panas beberapa kali. Terjauh sepanjang Minggu (4/12/2022) awan panas meluncur hingga radius 13 kilometer dan 7 kilometer. Luncuran awan panas guguran terus terjadi hingga Senin (5/12/2022) ini.
"Sebab masih berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 19 KM dari puncak," ungkap dia.
Warga juga diminta mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.
Sebelumnya, Senin malam kemarin (5/12/2022) pukul 21.50 WIB, puncak Gunung Semeru terpantau mengeluarkan lava pijar yang menyala kemerahan. Hal ini terlihat dari rekaman kamera CCTV yang terpasang di pos pantau Gunung Semeru milik BPBD.
Gunung Semeru mengalami peningkatan aktivitas dengan ditandai luncuran awan panas beberapa kali. Terjauh sepanjang Minggu (4/12/2022) awan panas meluncur hingga radius 13 kilometer dan 7 kilometer. Luncuran awan panas guguran terus terjadi hingga Senin (5/12/2022) ini.
(msd)
Lihat Juga :