Pj Gubernur DKI Klaim Sodetan Ciliwung ke KBT Kurangi Banjir Radius 200 Hektare
Jum'at, 02 Desember 2022 - 15:16 WIB
loading...
Pembangunan sodetan Sungai Ciliwung menuju KBT diperkirakan mengurangi banjir dalam radius 200 hektare. Proyek sodetan difokuskan di Jalan Otista III dan Jalan Kebon Nanas, Jakarta Timur. Foto: Dok Pemprov DKI
A
A
A
JAKARTA - Pembangunan sodetan Sungai Ciliwung menuju Kanal Banjir Timur (KBT) diperkirakan mampu mengurangi banjir dalam radius 200 hektare. Proyek sodetan difokuskan di Jalan Otista III dan Jalan Kebon Nanas, Jakarta Timur.
Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengatakan selain mereduksi dampak banjir sekitar 200 hektare juga mengurangi banjir di sisi utara Jakarta.
"Reduksi banjir sekitar 200 hektare. Ini fungsinya 60 meter kubik per detik reduksi," ujar Heru, Jumat (2/12/2022).
Baca juga: Sodetan Ciliwung-BKT Ditarget Berfungsi April 2023
Pembangunan yang berkolaborasi dengan Kementerian PUPR itu hampir selesai pada bagian terowongan dan ditargetkan berfungsi paling lambat April 2023.
"Di sini ada dua outlet, di bawah ini terowongan yang hampir selesai dan tentunya nanti berfungsinya sekitar bulan Februari-Maret, paling lambat April 2023," katanya.
Dia memastikan pembebasan lahan juga terlaksana dengan baik. Diharapkan, masyarakat para pemilik tanah dan lahan yang terdampak atas pembangunan proyek ini dapat tertangani dengan baik sesuai aturan.
"Ini tinggal di bawah tanah untuk pembebasan di area ujung. Panjangnya 1,2 km kalau yang di bawah sana. Berkaitan itu, di ujung sana, di Kebon Nanas itu para pihak (pemilik bangunan dan lahan) sudah memahami dan mengetahui keinginan Pemprov DKI dan tentunya sudah diukur juga," ungkap Heru.
Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengatakan selain mereduksi dampak banjir sekitar 200 hektare juga mengurangi banjir di sisi utara Jakarta.
"Reduksi banjir sekitar 200 hektare. Ini fungsinya 60 meter kubik per detik reduksi," ujar Heru, Jumat (2/12/2022).
Baca juga: Sodetan Ciliwung-BKT Ditarget Berfungsi April 2023
Pembangunan yang berkolaborasi dengan Kementerian PUPR itu hampir selesai pada bagian terowongan dan ditargetkan berfungsi paling lambat April 2023.
"Di sini ada dua outlet, di bawah ini terowongan yang hampir selesai dan tentunya nanti berfungsinya sekitar bulan Februari-Maret, paling lambat April 2023," katanya.
Dia memastikan pembebasan lahan juga terlaksana dengan baik. Diharapkan, masyarakat para pemilik tanah dan lahan yang terdampak atas pembangunan proyek ini dapat tertangani dengan baik sesuai aturan.
"Ini tinggal di bawah tanah untuk pembebasan di area ujung. Panjangnya 1,2 km kalau yang di bawah sana. Berkaitan itu, di ujung sana, di Kebon Nanas itu para pihak (pemilik bangunan dan lahan) sudah memahami dan mengetahui keinginan Pemprov DKI dan tentunya sudah diukur juga," ungkap Heru.
Lihat Juga :