Sodetan Ciliwung-BKT Ditarget Berfungsi April 2023
Jum'at, 02 Desember 2022 - 12:58 WIB
loading...
Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono saat meninjau progres pembangunan sodetan Sungai Ciliwung menuju BKT kemarin.Foto/Pemprov DKI/Dok
A
A
A
JAKARTA - Progres pembangunan sodetan Sungai Ciliwung menuju Banjir Kanal Timur (BKT) sudah mencapai 62%. Proyek pembangunan kolaborasi Pemprov DKI dengan Kementerian PUPR itu ditargetkan berfungsi paling lambat April 2023.
Kemarin, Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono meninjau langsung progres pembangunan sodetan Sungai Ciliwung menuju BKT di dua lokasi yakni Jalan Otista III dan Jalan Kebon Nanas, Jakarta Timur. "Di sini ada dua outlet, yang di bawah ini terowongan sudah hampir selesai. Tentunya nanti berfungsinya sekitar bulan Februari-Maret, paling lambat April 2023," kata Heru dalam keterangannya dikutip, Jumat (2/12/2022).
Heru menuturkan, nantinya sodetan Ciliwung ke BKT dapat mereduksi atau mengurangi dampak banjir sekitar 200 hektare. Selain itu diharapkan dapat mengurangi dampak banjir di sisi Utara Jakarta.
"Reduksi banjir itu sekitar 200 hektare. Ini fungsinya 60 meter kubik per detik reduksi, sehingga mudah-mudahan bisa mengurangi banjir di sisi utara Jakarta," tuturnya. Baca: Heru Pastikan Normalisasi Ciliwung hingga Sodetan ke BKT Dilanjutkan
Heru memastikan proses pembebasan lahan juga terlaksana dengan baik. Diharapkan, masyarakat para pemilik tanah dan lahan yang terdampak atas pembangunan proyek ini dapat tertangani dengan baik sesuai aturan.
Kemarin, Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono meninjau langsung progres pembangunan sodetan Sungai Ciliwung menuju BKT di dua lokasi yakni Jalan Otista III dan Jalan Kebon Nanas, Jakarta Timur. "Di sini ada dua outlet, yang di bawah ini terowongan sudah hampir selesai. Tentunya nanti berfungsinya sekitar bulan Februari-Maret, paling lambat April 2023," kata Heru dalam keterangannya dikutip, Jumat (2/12/2022).
Heru menuturkan, nantinya sodetan Ciliwung ke BKT dapat mereduksi atau mengurangi dampak banjir sekitar 200 hektare. Selain itu diharapkan dapat mengurangi dampak banjir di sisi Utara Jakarta.
"Reduksi banjir itu sekitar 200 hektare. Ini fungsinya 60 meter kubik per detik reduksi, sehingga mudah-mudahan bisa mengurangi banjir di sisi utara Jakarta," tuturnya. Baca: Heru Pastikan Normalisasi Ciliwung hingga Sodetan ke BKT Dilanjutkan
Heru memastikan proses pembebasan lahan juga terlaksana dengan baik. Diharapkan, masyarakat para pemilik tanah dan lahan yang terdampak atas pembangunan proyek ini dapat tertangani dengan baik sesuai aturan.
Lihat Juga :