UMP 2023 Jakarta Rp4,9 Juta, DPRD DKI: Berat Bagi Pengusaha
Rabu, 30 November 2022 - 07:49 WIB
loading...
UMP DKI Jakarta 2023 naik jadi Rp4,9 juta. Penetapan UMP itu juga sudah disahkan PPRD DKI kemarin. Foto: Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Zita Anjani menilai kenaikan upah minimum provinsi ( UMP ) 2023 sebesar 5,6 persen atau Rp4.901.798 memberatkan pengusaha. Diketahui sektor usaha sedang mencoba bangkit setelah dihantam pandemi Covid-19 .
"Lebih berat ke pengusahanya. Banyak yang enggak mampu, coba saja disurvei ke perusahaan-perusahaan, dilihat kemampuannya. Saya rasa sangat sulit ya untuk UMP di atas 5 juta itu untuk DKI. Terlebih tahun depan kita mau ada ancaman resesi," kata Zita kepada wartawan di Gedung DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa 29 November 2022. Baca juga: Disnaker Bocorkan UMP DKI 2023 Naik Menjadi Rp4.901.798
Zita mendukung penetapan UMP 2023 sebesar Rp4,9 juta. Ia menyoroti perihal antisipasi ancaman resesi tahun depan.
"Ya bagus dong (UMP naik). Kita harus antisipasi tahun ke depan, itu kan di negara lain resesi. Nah nanti kalau resesinya sampai ke Indonesia gimana? Walaupun kami di DKI tetap optimistis ya," ucap Zita.
Dia mengatakan, jangan sampai juga UMP memberatkan para pengusaha. Dia khawatir, jika itu dilakukan para pengusaha tidak mampu menggaji para karyawannya.
"Lebih berat ke pengusahanya. Banyak yang enggak mampu, coba saja disurvei ke perusahaan-perusahaan, dilihat kemampuannya. Saya rasa sangat sulit ya untuk UMP di atas 5 juta itu untuk DKI. Terlebih tahun depan kita mau ada ancaman resesi," kata Zita kepada wartawan di Gedung DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa 29 November 2022. Baca juga: Disnaker Bocorkan UMP DKI 2023 Naik Menjadi Rp4.901.798
Zita mendukung penetapan UMP 2023 sebesar Rp4,9 juta. Ia menyoroti perihal antisipasi ancaman resesi tahun depan.
"Ya bagus dong (UMP naik). Kita harus antisipasi tahun ke depan, itu kan di negara lain resesi. Nah nanti kalau resesinya sampai ke Indonesia gimana? Walaupun kami di DKI tetap optimistis ya," ucap Zita.
Dia mengatakan, jangan sampai juga UMP memberatkan para pengusaha. Dia khawatir, jika itu dilakukan para pengusaha tidak mampu menggaji para karyawannya.
Lihat Juga :