Warga KBB Terdampak COVID -19 yang Menerima Bansos Tahap II Naik 8.082 KK
Kamis, 09 Juli 2020 - 05:17 WIB
loading...
Foto : Bupati Bandung Barat didampingi Kapolres Cimahi, Dandim 0609, dan Kajari Bale Bandung saat penyaluran bansos sembako kepada warga di Kecamatan Cisarua, KBB, Rabu (8/7/2020). Foto/SINDOnews/Adi Haryanto B
A
A
A
BANDUNG BARAT - Keluarga penerima bantuan sosial paket sembako dari APBD Kabupaten Bandung Barat (KBB) tahap kedua melonjak signifikan. Kondisi tersebut dikarenakan bertambahnya warga miskin baru akibat terdampak pandemi COVID-19 sehingga banyak warga yang kehilangan penghasilan.
"Pada penyerahan tahap pertama lalu paket sembako yang disiapkan dari APBD KBB diperuntukkan bagi 46.000 KK, tapi di tahap dua ini naik menjadi untuk 54.082 KK," kata Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna usai Penyaluran Bansos Pangan Terdampak COVID-19 yang digelar di Kecamatan Cisarua, KBB, Rabu (8/7/2020).
Aa Umbara mencontohkan, kenaikan itu karena data keluarga miskin dari setiap desa juga bertambah. Salah satu contohnya seperti di Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, KBB, pada tahap pertama warga penerima bansos sembako ada 542 KK, tapi ditahap kedua jadi 608 KK. Ada juga dari yang asalnya hanya 90 KK naik menjadi 345 KK, sehingga ketika dikumulatifkan pertambahan angkanya menjadi besar.
Ditegaskannya, bantuan paket sembako yang pendanaannya bersumber dari APBD KBB ini semuanya berbentuk barang senilai Rp300.000 dipotong biaya pajak, packaging, dan transportasi. Paket sembakonya terdiri dari beras premium, sarden, minyak goreng, susu kental manis dan gula pasir. Sementara untuk komoditas ayam, buah-buahan, dan sayur-sayuran tidak ada karena dikhawatirkan cepat busuk.
"Untuk paket sembako tahap dua ini tidak ada komoditas ayam, sayuran, dan buah-buahan dan diganti dengan komoditas yang lebih tahan lama. Saya juga tegaskan paket sembako ini tanpa ada tambahan uang tunai, beda kalau bantuan yang dari provinsi dimana sembakonya Rp350.000 dan uang tunainya Rp150.000," sebutnya. (Baca: Dijadwalkan Selama 14 Hari ke Depan, 1,3 Juta Paket Bansos Jabar Siap Dibagikan )
"Pada penyerahan tahap pertama lalu paket sembako yang disiapkan dari APBD KBB diperuntukkan bagi 46.000 KK, tapi di tahap dua ini naik menjadi untuk 54.082 KK," kata Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna usai Penyaluran Bansos Pangan Terdampak COVID-19 yang digelar di Kecamatan Cisarua, KBB, Rabu (8/7/2020).
Aa Umbara mencontohkan, kenaikan itu karena data keluarga miskin dari setiap desa juga bertambah. Salah satu contohnya seperti di Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, KBB, pada tahap pertama warga penerima bansos sembako ada 542 KK, tapi ditahap kedua jadi 608 KK. Ada juga dari yang asalnya hanya 90 KK naik menjadi 345 KK, sehingga ketika dikumulatifkan pertambahan angkanya menjadi besar.
Ditegaskannya, bantuan paket sembako yang pendanaannya bersumber dari APBD KBB ini semuanya berbentuk barang senilai Rp300.000 dipotong biaya pajak, packaging, dan transportasi. Paket sembakonya terdiri dari beras premium, sarden, minyak goreng, susu kental manis dan gula pasir. Sementara untuk komoditas ayam, buah-buahan, dan sayur-sayuran tidak ada karena dikhawatirkan cepat busuk.
"Untuk paket sembako tahap dua ini tidak ada komoditas ayam, sayuran, dan buah-buahan dan diganti dengan komoditas yang lebih tahan lama. Saya juga tegaskan paket sembako ini tanpa ada tambahan uang tunai, beda kalau bantuan yang dari provinsi dimana sembakonya Rp350.000 dan uang tunainya Rp150.000," sebutnya. (Baca: Dijadwalkan Selama 14 Hari ke Depan, 1,3 Juta Paket Bansos Jabar Siap Dibagikan )
Lihat Juga :