Akses Terputus, Korban Gempa Dahsyat Cianjur Banjiri RSUD Cimacan
Senin, 21 November 2022 - 23:37 WIB
loading...
Korban gempa dahsyat Cianjur, dirujuk ke RSUD Cimacan, karena akses jalan menuju ke Cianjur, terputus. Foto/iNews TV/Wildan Hidayat
A
A
A
CIANJUR - RSUD Cimacan, terus dibanjiri para korban gempa dahsyat yang mengguncang Cianjur, Jawa Barat. Mereka rata-rata mengalami luka patah tulang, dan luka terbuka yang harus segera membutuhkan penanganan medis.
Baca juga: Korban Gempa Dahsyat Cianjur Mayoritas Anak-anak, Ini Penjelasan Ridwan Kamil
Korlap Media RSUD Cimacan, Rizki Utama mengatakan, sudah menerima sebanyak 206 pasien korban gempa bumi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 13 orang meninggal dunia, dan tiga orang harus dirujuk ke RSUD Bogor karena mengalami luka parah.
Pria yang bertugas sebagai dokter di RSUD Cimacan ini mengatakan, akibat gempa bumi magnitudo 5,6 akses warga menuju ke rumah sakit terputus, sehingga menyulitkan proses evakuasi. "Tenaga dan ambulans untuk evakuasi, juga mengalami keterbatasan," tuturnya.
Baca juga: Strategi Licik Sultan Agung, Racuni Sungai Brantas untuk Taklukan Surabaya
Dia menegaskan, saat ini terus bersiaga untuk menerima kedatangan pasien korban gempa yang diperkirakan masih akan terus bertambah. Saat ini kendala yang dihadapi adalah kekurangan tenaga medis.
![Akses Terputus, Korban Gempa Dahsyat Cianjur Banjiri RSUD Cimacan]()
"Kami tentunya membutuhkan tambahan tenaga medis, dan bantuan itu hanya bisa diakses dari wilayah Bogor, karena adanya jalur yang terputus akibat gepa bumi. Pasien yang hendak dirujuk, juga hanya bisa dirujuk ke Bogor," tuturnya.
Baca juga: Gempa Dahsyat Cianjur, Lapas Kelas II B Rusak dan 8 Orang Terluka
Jalan yang terputus ada di wilayah Desa Cugenang. Akses jalan tersebut, tertutup material longsor akibat gempa bumi. Aliran listrik, dan jaringan provider juga sempat terputus karena terdampak gempa bumi.
Baca juga: Korban Gempa Dahsyat Cianjur Mayoritas Anak-anak, Ini Penjelasan Ridwan Kamil
Korlap Media RSUD Cimacan, Rizki Utama mengatakan, sudah menerima sebanyak 206 pasien korban gempa bumi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 13 orang meninggal dunia, dan tiga orang harus dirujuk ke RSUD Bogor karena mengalami luka parah.
Pria yang bertugas sebagai dokter di RSUD Cimacan ini mengatakan, akibat gempa bumi magnitudo 5,6 akses warga menuju ke rumah sakit terputus, sehingga menyulitkan proses evakuasi. "Tenaga dan ambulans untuk evakuasi, juga mengalami keterbatasan," tuturnya.
Baca juga: Strategi Licik Sultan Agung, Racuni Sungai Brantas untuk Taklukan Surabaya
Dia menegaskan, saat ini terus bersiaga untuk menerima kedatangan pasien korban gempa yang diperkirakan masih akan terus bertambah. Saat ini kendala yang dihadapi adalah kekurangan tenaga medis.

"Kami tentunya membutuhkan tambahan tenaga medis, dan bantuan itu hanya bisa diakses dari wilayah Bogor, karena adanya jalur yang terputus akibat gepa bumi. Pasien yang hendak dirujuk, juga hanya bisa dirujuk ke Bogor," tuturnya.
Baca juga: Gempa Dahsyat Cianjur, Lapas Kelas II B Rusak dan 8 Orang Terluka
Jalan yang terputus ada di wilayah Desa Cugenang. Akses jalan tersebut, tertutup material longsor akibat gempa bumi. Aliran listrik, dan jaringan provider juga sempat terputus karena terdampak gempa bumi.
(eyt)
Lihat Juga :