Pelabuhan KCN Marunda Dikonsesi ke Negara, Pengamat: Wujudkan Indonesia Poros Maritim Dunia

Kamis, 17 November 2022 - 21:02 WIB
loading...
Pelabuhan KCN Marunda...
Terminal Pelabuhan Karya Citra Nusantara (KCN) di Marunda, Jakarta Utara. Foto: Dok SINDOnews
A A A
JAKARTA - Terminal Pelabuhan Karya Citra Nusantara (KCN) di Marunda, Jakarta Utara resmi dikonsesi ke negara. Dengan begitu, sahamnya pun menjadi milik Negara.

Sebelumnya, Pelabuhan KCN dihentikan sementara izin usahanya sejak Juni 2022.

Pengamat Maritim Capt Marcellus Hakeng Jayawibawa mengungkapkan Pelabuhan KCN menjadi bagian penting untuk mewujudkan cita-cita Indonesia sebagai negara poros maritim dunia 2045.

Peran pelabuhan penting untuk menunjang kegiatan ekonomi dan bisnis lantaran distribusi barang dari daerah atau kota di satu pulau ke daerah atau kota di pulau lainnya.
Baca juga: 3 Bulan Pelabuhan KCN Ditutup, Ribuan Orang Menganggur

"Sehingga peran pelabuhan untuk pengembangan wilayah dan pembangunan ekonomi sangatlah besar perannya,” ujar Hakeng, Rabu (16/11/2022).

Saat ini, pelabuhan masih ditutup operasionalnya. Penutupan tersebut justru menyebabkan efek domino. Dia mencontohkan untuk antrean kapal bisa berhari-hari bahkan berminggu-minggu.

Selain itu, dipastikan banyak orang yang mengalami pemutusan hubungan kerja dari penutupan KCN karena pengusaha kapal, perusahaan bongkar muat, perusahaan truk, perusahaan penyedia alat berat, atau Badan Usaha Pelabuhan tidak sanggup membayar honor mereka.

Anggota Asosiasi Pengguna Jasa Pelabuhan (Penjaspel) Munif menilai akibat penutupan Pelabuhan KCN, seluruh kegiatan ekonomi di Marunda otomatis terhambat.

“Ribuan orang jadi pengangguran, antrean kapal meningkat pesat, waktu bongkar muat jadi lebih lama, kemacetan parah di kawasan Marunda, truk-truk jadi lambat ritasenya sehingga menyebabkan kenaikan tinggi pada biaya logistik,” ungkapnya.

Munif heran atas keputusan penutupan Pelabuhan KCN yang vital bagi hajat hidup banyak orang. Kebijakan ini dinilai sepihak tanpa ada kajian menyeluruh dari berbagai pemangku kepentingan.

“Terbukti hampir 5 bulan sejak ditutup (Pelabuhan KCN) ternyata pencemaran debu masih terus terjadi di Rusunawa Marunda, Jakarta Utara,” ucapnya.

Menurut dia, seharusnya dilakukan kajian terperinci dan menyeluruh tentang penyebab pencemaran debu batu bara. Apalagi bersebelahan dengan Pelabuhan KCN itu ada kawasan industri yang menghasilkan debu batu bara (fly ash-abu terbang) dan pelabuhan lain yang melakukan pembongkaran batu bara.

Penjaspel heran karena saat ini Pelabuhan KCN belum dibuka kembali, padahal dari 32 sanksi yang diberikan hanya 1 sanksi yang belum dipenuhi oleh Pelabuhan KCN yaitu mengenai pembangunan dinding setinggi 6 meter karena menunggu persetujuan Sudin LH Jakarta Utara dan Dinas LH DKI.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wamenhub Sebut Potensi...
Wamenhub Sebut Potensi Penerimaan Negara Lewat PT DSI Bisa Tembus Rp2.671 Triliun
Ranch Market KMALL Hadirkan...
Ranch Market KMALL Hadirkan Supermarket Gaya Hidup Modern di Utara Jakarta
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
Rekomendasi
Klasemen Akhir Grup...
Klasemen Akhir Grup F: Swedia Temani Belanda dan Jepang Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Belanda Kunci Juara...
Belanda Kunci Juara Grup F usai Kalahkan Tunisia 3-1
Pajak Digital Tembus...
Pajak Digital Tembus Rp52,85 Triliun per Mei 2026, Ini 4 Pilar Penopangnya
Berita Terkini
Catat! Minggu 28 Juni...
Catat! Minggu 28 Juni 2026 Tidak Ada CFD di Jalan Rasuna Said
Pramono Tegaskan Tak...
Pramono Tegaskan Tak Ada Aturan Baru Ganjil Genap
Besok Puncak HUT ke-499...
Besok Puncak HUT ke-499 Jakarta di Bundaran HI, Ini Info Rekayasa Lalu Lintas dan Titik Parkirnya
KPK Ungkap Biro Jasa...
KPK Ungkap Biro Jasa Harus Setor Rp100 Ribu hingga Rp2,5 Juta untuk Pengurusan Izin Tinggal WNA di Bali
Viral Kabar Ganjil Genap...
Viral Kabar Ganjil Genap di 28 Gerbang Tol Jakarta, Polda Metro Jaya Angkat Bicara
Blok M Jadi Lokasi Awal...
Blok M Jadi Lokasi Awal Penerapan Kawasan Rendah Emisi Jakarta
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved