Membangun Banten dengan Desain Baru Berbasis Pendekatan Lokal

Kamis, 17 November 2022 - 00:44 WIB
loading...
Membangun Banten dengan...
Seminar Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII). Foto: Hasan/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Banten merupakan kota pelabuhan besar, dengan sejarah yang cukup panjang. Namun sayang, pembangunan di kota ini masih belum maksimal. Bahkan, telah jauh tertinggal.

Hal ini menjadi tantangan bagi Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII). Melalui diskusi bertajuk Membangun Banten dengan Desain yang Elok, potensi itu pun digali.

Ketua Umum HDII Drs Rohadi Sunardi mengatakan, membangun Banten dengan desain yang elok dapat dilakukan dengan menggali sejarah kebesaran Banten, sebagai kota pelabuhan besar yang pernah ada.

Baca juga: Pembangunan Merata Jadi Alasan Warga Banten Suarakan Ganjar Pranowo Presiden 2024

Melalui pendekatan ini, nilai-nilai kearifan lokal masyarakat akan tetap terjaga. Sehingga, pembangunan dapat merata. Dimulai dari pembangunan transportasi publik, dan meratakan internet di pedesaan.

"Banten ini masih punya kesempatan, karena sebagian besar wilayahnya masih belum diolah," katanya, saat ditemui SINDOnews, Rabu (16/11/2022).

Setelah transportasi publik dan layanan internet terbangun di pedesaan, selanjutnya adalah mengintegrasikan kota yang satu dengan lain. Dengan begini, pembangunan kota yang satu dengan yang lain akan selaras.

Baca: Kisah Komjen Listyo Sigit Ikut Membantu Pembangunan Pesantren Tebuireng 08 Banten

Sementara itu, staf ahli Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Mukoddas Syuhada menawarkan model lain pembangunan Banten, yakni dengan menggunakan bambu.

Menurutnya, yang pertama dilakukan yakni dengan membentuk ekosistem tanaman bambu. Kenapa bambu? Karena, bambu merupakan bahan baku yang melimpah dan bisa menggantikan bahan bangunan.

"Kita harus membangun ekosistemnya, tidak hanya satu atau dua, tapi semuanya. Mulai dari hunian atau tempat tinggal, misal setiap hunian harus ada satu rumpun bambu," sambungnya.

Baca: Amankan Objek Vital, Polda Banten Luncurkan Aplikasi Pendekar Banten

Dijelaskan dia, banyak manfaat yang bisa digunakan dari bambu. Seperti daunnya untuk teh, dan satu batang bambu yang mampu menyimpan air bersih hingga 5 liter.

"Kalau ada rumpun bambu di rumah kita, banyak yang bisa kita hemat. Daun bambu itu bisa dibuat teh dan khasiatnya banyak sekali. Lalu kebutuhan air bersih, satu batang bambu bisa menghasilkan 5 liter air dan kualitasnya bagus sekali," paparnya.

Kemudian, pada tingkat desa juga mesti ada kebun bambu, dan di tingkat kecamatan juga harus ada akademinya.

Baca: Maulana Yusuf Raja Banten II Penakluk Pajajaran, Sulap Banten Bak Singapura

"Dengan begitu, maka di kabupaten dan kota ada desa bambu milenial. Ekosistem itulah yang dibangun. Karena untuk membangun, kita butuh sumber bahan baku yang banyak sekali, ini cocok di Banten," jelasnya.

Untuk merealisasikan ide ini, kedepan juga akan dibangun pusat industri bambu, di wilayah Kesultanan Banten.

Terpisah, Operational Director Indovickers Rudi Santoso mengatakan, pihaknya sangat mendukung pembangunan di wilayah Banten. Seperti pengembangan pada Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten, misalnya.

Baca: Gempa Banten Getarannya Menggoyang Lampung Barat

"Indovickers sebagai salah satu pabrikan furniture lokal yang sudah memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun sangat mendukung pembangunan di Banten. Seperti pembangunan Bandara Soetta misalnya," jelasnya.

Dilanjutkan dia, material produk dari Indovickers memiliki kualitas yang cukup tinggi, sehingga layak digunakan.

"Bandara selain Soetta, ada 20 bandara lain. Seperti kursi tunggu. Kalau RS, sekolah, kantor, hotel bintang 4 dan 5. Kita juga masukin barang di sekolah, seperti meja dan kursi belajar, serta lab," tukasnya.
(san)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
Sultra Tembus Peringkat...
Sultra Tembus Peringkat Terbaik Nasional di Ajang Kemendagri
Zulhas Hadiri Pelantikan...
Zulhas Hadiri Pelantikan DPW PAN Provinsi Banten di Tangerang
Halalbihalal Pasbata,...
Halalbihalal Pasbata, Gubernur Jateng Tekankan Pentingnya Kolaborasi dan Kejujuran
Musrenbang RKPD DIY...
Musrenbang RKPD DIY 2027, Kemendagri Tekankan Integrasi Kebijakan Pusat-Daerah
PSI Banten Fokus Percepat...
PSI Banten Fokus Percepat Pembentukan Ranting
SPMB Banten 2026 Jenjang...
SPMB Banten 2026 Jenjang SMK Dibuka Hari Ini, Berikut Cara Daftarnya
Konflik PPP Banten Dinilai...
Konflik PPP Banten Dinilai Lebih dari Sekadar Pergantian Ketua
Titik Baru Investasi...
Titik Baru Investasi Sumatera Selatan, Banyuasin!
Rekomendasi
NASA Temukan Planet...
NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu seperti di Bumi dan Dipenuhi Gas Metana
Guntur Romli Tepis Tuduhan...
Guntur Romli Tepis Tuduhan BEM Bersatu: Kegilaan Logika Cocokologi yang Dipaksakan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Berita Terkini
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
Peringati Tahun Baru...
Peringati Tahun Baru Islam, DPP PSI Santuni 100 Anak Yatim dan Duafa
KAMMI Sesalkan Pembubaran...
KAMMI Sesalkan Pembubaran Forum Diskusi di UGM
Gempa Magnitudo 6,7...
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, 1 Warga Sigi Meninggal Dunia
Yayasan Syarif Hidayatullah...
Yayasan Syarif Hidayatullah Dipakai Tanpa Izin, UIN Jakarta Siapkan Langkah Hukum
Gunung Merapi Erupsi,...
Gunung Merapi Erupsi, Guguran Lava Meluncur 2 Kilometer ke Arah Barat
Infografis
10 Atlet Dengan Bayaran...
10 Atlet Dengan Bayaran Tertinggi 2026: Messi Dikalahkan Petinju Canelo Alvarez
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved