Pengakuan Pedagang Jamu Langganan Satu Keluarga Tewas: Suka Pesen 5 Bungkus
Selasa, 15 November 2022 - 11:36 WIB
loading...
Rumah satu keluarga tewas misterius di Blok AC Jalan Taman Asri 3, RT 7 RW 15, Citra Garden 1, Kalideres, Jakarta Barat. Foto/MPI/Dimas Choirul
A
A
A
JAKARTA - Seorang pedagang jamu berinisial R menceritakan pengalamannya saat mengantarkan jamu ke rumah keluarga yang tewas mengenaskan dalam satu rumah di Kalideres, Jakarta Barat. R bilang, korban sering memesan jamu sebanyak 5 bungkus.
”5 bungkus (jamu) kalau mesen. Kan kunyit asem kan manis. Mesennya itu doang. Si Dian kan suka jamu. Kerupuk dua ya mba, jamunya lima bungkus,” kata R, Selasa (15/11/2022). Baca juga: Misteri Kematian Satu Keluarga di Kalideres, Kriminolog UI Menduga Penganut Apokaliptik
R mengatakan, korban biasa membeli jamunya setiap sebulan sekali. Meski sering mengantar, Ia mengaku tak pernah masuk ke area dalam rumah korban. Bahkan, dirinya hanya berdiri di depan pintu gerbang rumah.
”Kadang sebulan mesen. Kadang ntar dua minggu mesen gitu. Jadi engga tiap hari. Dia minta nomor telepon karena dia males jalan ke sini mungkin. Jadi saya suruh nganter ke sana, dan tidak ada kecurigaan apapun,” ujarnya.
R mengaku kaget saat mendengar kabar tewasnya keempat anggota keluarga itu. Pasalnya, korban merupakan langganannya. ”Nah pas lihat berita itu kaget. Ini mah rumah bu Dian. Saya Hapus nomornya. Saya takut. Takut dipesenin jamu,” ucapnya.
R mengatakan, terakhir kali ia mengantar jamu ke rumahnya saat pandemi Covid-19 awal Maret 2020 lalu. Setelah itu, korban tidak pernah memesan jamunya lagi. Baca juga: Ini Penyebab Satu Keluarga Tewas Membusuk di Kalideres
”Pokoknya semenjak corona (Covid-19) itu bu Dian ga pernah mesen jamu. Saya taunya pas masih sehat aja. Pas abis corona itu ga pernah mesen jamu lagi. Itu masih sehatlah masih seger masih cantik tinggi, bu Dian juga masih gemuk,”akunya.
”5 bungkus (jamu) kalau mesen. Kan kunyit asem kan manis. Mesennya itu doang. Si Dian kan suka jamu. Kerupuk dua ya mba, jamunya lima bungkus,” kata R, Selasa (15/11/2022). Baca juga: Misteri Kematian Satu Keluarga di Kalideres, Kriminolog UI Menduga Penganut Apokaliptik
R mengatakan, korban biasa membeli jamunya setiap sebulan sekali. Meski sering mengantar, Ia mengaku tak pernah masuk ke area dalam rumah korban. Bahkan, dirinya hanya berdiri di depan pintu gerbang rumah.
”Kadang sebulan mesen. Kadang ntar dua minggu mesen gitu. Jadi engga tiap hari. Dia minta nomor telepon karena dia males jalan ke sini mungkin. Jadi saya suruh nganter ke sana, dan tidak ada kecurigaan apapun,” ujarnya.
R mengaku kaget saat mendengar kabar tewasnya keempat anggota keluarga itu. Pasalnya, korban merupakan langganannya. ”Nah pas lihat berita itu kaget. Ini mah rumah bu Dian. Saya Hapus nomornya. Saya takut. Takut dipesenin jamu,” ucapnya.
R mengatakan, terakhir kali ia mengantar jamu ke rumahnya saat pandemi Covid-19 awal Maret 2020 lalu. Setelah itu, korban tidak pernah memesan jamunya lagi. Baca juga: Ini Penyebab Satu Keluarga Tewas Membusuk di Kalideres
”Pokoknya semenjak corona (Covid-19) itu bu Dian ga pernah mesen jamu. Saya taunya pas masih sehat aja. Pas abis corona itu ga pernah mesen jamu lagi. Itu masih sehatlah masih seger masih cantik tinggi, bu Dian juga masih gemuk,”akunya.
Lihat Juga :