Jenuh Kebanjiran, Warga Bantaran Kali Ciliwung Minta Normalisasi Sungai Disegerakan
Senin, 14 November 2022 - 08:59 WIB
loading...
Warga bantaran Kali Ciliwung minta normalisasi sungai segera dilakukan Pemprov DKI. Foto/MPI/M Farhan
A
A
A
JAKARTA - Warga yang berdomisili di bantaran Kali Ciliwung tepatnya di RT 15/07 Taman Harapan, Cawang, Kramatjati, Jakarta Timur, berharap Pemprov DKI Jakarta segera melakukan normalisasi. Sebab, mereka jenuh selalu kebanjiran.
Salah satu warga Taman Harapan, Aci (46) mengungkapkan dia sudah jenuh mengalami banjir setiap hujan melanda Ibu Kota. Ia mengaku kenyang mengalami banjir, terlebih karena sejak kecil sudah tinggal di dekat bantaran Kali Ciliwung.
”Kalau saya boleh meminta, saya berharap segera dilakukan normalisasi. Rumah saya digusur juga silahkan. Soalnya sedari lahir disini sampai sekarang, saya sudah mengalami banjir. Padahal tidak ada hujan,” terang Aci, Senin (14/11/2022).
Aci pun tetap meminta adanya solusi dari Pemprov DKI Jakarta untuk memberikan penggantian terhadap rumahnya. Ia menuturkan, penggantian berupa biaya tersebut, akan digunakan untuk mencari rumah layak huni di tempat lain.
”Saya sih berharap jika digusur segera, tetapi dipindahkan ke rusunawa, saya tidak mau. Soalnya tinggal di rusun itu kan perlu biaya sewa, sedangkan saya ini kan tidak bekerja, jadi tidak ada biaya,” ujarnya. Baca juga: Bendung Katulampa Siaga 3, Warga Bantaran Ciliwung Waspada Banjir
Salah satu warga Taman Harapan, Aci (46) mengungkapkan dia sudah jenuh mengalami banjir setiap hujan melanda Ibu Kota. Ia mengaku kenyang mengalami banjir, terlebih karena sejak kecil sudah tinggal di dekat bantaran Kali Ciliwung.
”Kalau saya boleh meminta, saya berharap segera dilakukan normalisasi. Rumah saya digusur juga silahkan. Soalnya sedari lahir disini sampai sekarang, saya sudah mengalami banjir. Padahal tidak ada hujan,” terang Aci, Senin (14/11/2022).
Aci pun tetap meminta adanya solusi dari Pemprov DKI Jakarta untuk memberikan penggantian terhadap rumahnya. Ia menuturkan, penggantian berupa biaya tersebut, akan digunakan untuk mencari rumah layak huni di tempat lain.
”Saya sih berharap jika digusur segera, tetapi dipindahkan ke rusunawa, saya tidak mau. Soalnya tinggal di rusun itu kan perlu biaya sewa, sedangkan saya ini kan tidak bekerja, jadi tidak ada biaya,” ujarnya. Baca juga: Bendung Katulampa Siaga 3, Warga Bantaran Ciliwung Waspada Banjir
Lihat Juga :