Food Estate di Kalimantan Tengah Dinilai Perlu Dilanjutkan
Kamis, 10 November 2022 - 20:57 WIB
loading...
Food estate atau program lumbung pangan yang salah satunya di Kalimantan Tengah dinilai perlu dilanjutkan. (Ist)
A
A
A
PALANGKA RAYA - Food estate atau program lumbung pangan yang salah satunya di Kalimantan Tengah dinilai perlu dilanjutkan. Food estate dianggap penting sebagai pengganti penyusutan dan konversi lahan di Pulau Jawa.
Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Muhammad Yadi Sofyan Noor berpendapat bahwa program food estate diperlukan guna ketahanan pangan Tanah Air di masa depan.
"Masukan dari KTNA sebaiknya program food estate dilanjutkan. Program ini penting untuk ketahanan pangan Indonesia ke depan sebagai lumbung pangan dunia, juga membuka lapangan kerja dan kawasan ekonomi baru," ujar Yadi saat dihubungi, Kamis (10/11/2022).
Dirinya mengakui program lumbung pangan di Kalimantan Tengah masih membutuhkan perbaikan dalam pelaksanaannya, seperti tata ruang air dan kondisi tanah. "Sebagian masih dirapikan, termasuk irigasi. PH tanah juga masih asam, perlu pengapuran. Tapi ada juga yang sudah bagus dan bisa ditanami dengan hasil baik," katanya.
Dia melanjutkan, petani juga masih harus terus didorong untuk mengubah kebiasaan ritme tanam padi, dari yang hanya satu kali dalam setahun diharapkan menjadi lebih sering, yakni 2-3 kali dalam setahun.
Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Muhammad Yadi Sofyan Noor berpendapat bahwa program food estate diperlukan guna ketahanan pangan Tanah Air di masa depan.
"Masukan dari KTNA sebaiknya program food estate dilanjutkan. Program ini penting untuk ketahanan pangan Indonesia ke depan sebagai lumbung pangan dunia, juga membuka lapangan kerja dan kawasan ekonomi baru," ujar Yadi saat dihubungi, Kamis (10/11/2022).
Dirinya mengakui program lumbung pangan di Kalimantan Tengah masih membutuhkan perbaikan dalam pelaksanaannya, seperti tata ruang air dan kondisi tanah. "Sebagian masih dirapikan, termasuk irigasi. PH tanah juga masih asam, perlu pengapuran. Tapi ada juga yang sudah bagus dan bisa ditanami dengan hasil baik," katanya.
Dia melanjutkan, petani juga masih harus terus didorong untuk mengubah kebiasaan ritme tanam padi, dari yang hanya satu kali dalam setahun diharapkan menjadi lebih sering, yakni 2-3 kali dalam setahun.
Lihat Juga :