Diduga Korban Penganiayaan ASN, ART Ini Alami Cacat Permanen
Kamis, 03 November 2022 - 22:32 WIB
loading...
ART berinisial RNA diduga menjadi korban penganiayaan majikannya di Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur. Akibat penganiayaan itu, RNA mengalami luka di sekujur tubuhnya. Foto: MPI/Muhammad Farhan
A
A
A
JAKARTA - Asisten Rumah Tangga ( ART ) berinisial RNA diduga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan majikannya di Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur. Wanita asal Cianjur, Jawa Barat ini mendapat penganiayaan dari majikannya yang juga seorang Aparatur Sipil Negara ( ASN ).
Paman korban, Ceceng (42), mengatakan, akibat penganiayaan yang dilakukan majikan yang juga pasangan suami istri (pasutri) membuat tubuhkeponakannyaitu dipenuhi luka. Menurut dia, RNA menerima sejumlah luka di sekujur tubuhnya dan sebagian menyebabkan cacat fisik permanen. Baca juga: ART Terduga Korban Penganiayaan ASN di Jaktim, Begini Keterangan Keluarga
"Yang pertama, korban mendapatkan luka di kepala bagian kiri, ada bekas memar itu hasil dari pukulan benda tajam dari majikannya," kata Ceceng kepada wartawan di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (3/11/2022).
Selanjutnya, Ceceng menyampaikan adanya luka di telinga RNA yang menyebabkan cacat permanen.
"Terus yang paling parah itu telinga kirinya, karena sering korban dianiaya sehingga menimbulkan telinga kirinya ini benjol-benjolan dan mengakibatkan keluar nanah dan darah sehingga mengakibatkan korban cacat permanen," tuturnya.
Kemudian, Ceceng juga mengungkapkan adanya pukulan raket tenis ke arah kaki RNA. Akibat pukulan itu, kata dia, membuat RNA kesulitan dalam berjalan.
Paman korban, Ceceng (42), mengatakan, akibat penganiayaan yang dilakukan majikan yang juga pasangan suami istri (pasutri) membuat tubuhkeponakannyaitu dipenuhi luka. Menurut dia, RNA menerima sejumlah luka di sekujur tubuhnya dan sebagian menyebabkan cacat fisik permanen. Baca juga: ART Terduga Korban Penganiayaan ASN di Jaktim, Begini Keterangan Keluarga
"Yang pertama, korban mendapatkan luka di kepala bagian kiri, ada bekas memar itu hasil dari pukulan benda tajam dari majikannya," kata Ceceng kepada wartawan di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (3/11/2022).
Selanjutnya, Ceceng menyampaikan adanya luka di telinga RNA yang menyebabkan cacat permanen.
"Terus yang paling parah itu telinga kirinya, karena sering korban dianiaya sehingga menimbulkan telinga kirinya ini benjol-benjolan dan mengakibatkan keluar nanah dan darah sehingga mengakibatkan korban cacat permanen," tuturnya.
Kemudian, Ceceng juga mengungkapkan adanya pukulan raket tenis ke arah kaki RNA. Akibat pukulan itu, kata dia, membuat RNA kesulitan dalam berjalan.
Lihat Juga :