Sejarah Museum Sumpah Pemuda yang Dulunya Rumah Tinggal Sie Kong Lian
Senin, 31 Oktober 2022 - 05:00 WIB
loading...
A
A
A
Kemudian, gedung bersejarah itu terus berganti fungsi, seperti menjadi hotel Hersia, kantor Inspektorat Bea dan Cukai, dan museum pada tahun 1973. Baca juga: Asal Usul Grogol Jakbar, Dulunya Tempat Bermukim Binatang Buas
Sebenarnya, gagasan mengenai pendirian Museum Sumpah Pemuda dicetuskan sendiri oleh para pelaku Kongres Pemuda Kedua. Menurut para tokoh tersebut, nilai persatuan yang tumbuh kuat pada 1928 wajib diwariskan kepada generasi muda.
Soenario mengirimkan surat pada 15 Oktober 1968 kepada Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin guna meminta perhatian dan pembinaan terhadap gedung tersebut. Baca juga: Sumpah Pemuda dan SDM Berjiwa Berdikari
Ali Sadikin, melalui surat keputusannya tahun 1972, menetapkan gedung Kramat 106 sebagai benda cagar budaya. Gedung tersebut mengalami pemugaran pada 3 April 1973 dan selesai 20 Mei 1973.
Sementara itu, peresmian museum ini dilakukan pada 20 Mei 1973 oleh Ali Sadikin. Setahun setelahnya, Presiden Soeharto turut meresmikan museum ini.
Sebenarnya, gagasan mengenai pendirian Museum Sumpah Pemuda dicetuskan sendiri oleh para pelaku Kongres Pemuda Kedua. Menurut para tokoh tersebut, nilai persatuan yang tumbuh kuat pada 1928 wajib diwariskan kepada generasi muda.
Soenario mengirimkan surat pada 15 Oktober 1968 kepada Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin guna meminta perhatian dan pembinaan terhadap gedung tersebut. Baca juga: Sumpah Pemuda dan SDM Berjiwa Berdikari
Ali Sadikin, melalui surat keputusannya tahun 1972, menetapkan gedung Kramat 106 sebagai benda cagar budaya. Gedung tersebut mengalami pemugaran pada 3 April 1973 dan selesai 20 Mei 1973.
Sementara itu, peresmian museum ini dilakukan pada 20 Mei 1973 oleh Ali Sadikin. Setahun setelahnya, Presiden Soeharto turut meresmikan museum ini.
(ams)
Lihat Juga :