Tahun Ini DKI Bangun Kawasan TOD, Hunian Selangkah di Stasiun MRT
Selasa, 07 Juli 2020 - 07:56 WIB
loading...
A
A
A
Konsep tersebut juga tak lepas dari kondisi Jakarta yang terus berkembang pesat bahkan diisi lebih dari 18,6 juta kendaraan pribadi. Sebaliknya, pengguna angkutan umum di Ibu Kota mencapai angka 24%. Ada sekitar 47,5 juta pergerakan orang di Jabodetabek. (Baca juga: Tiga Stasiun MRT Berkonsep Hunian Segera Dibangun Tahun Ini)
Hunian TOD ini menjadi tren di kalangan milenial karena kebanyakan orang bosan dengan kemacetan lalu lintas, waktu perjalanan yang panjang dan meningkatnya polusi. Sebab, ada berbagai pilihan yang di sesuaikan dengan kebutuhan. Selain dekat dengan kota, harganya relatif terjangkau dengan kualitas baik.
Lantas bagaimana harganya? President Director MRT William Sabandar beberapa waktu lalu mengungkapkan rencana pembangunan TOD di kawasan MRT, harganya ramah kantong milenial. Proyeksinya diperuntukkan bagi masyarakat bergaji Rp7 juta hingga di bawah Rp18 juta. “Ada aturan rancang kota yang di setujui gubernur, itu yang jadi dasar. Misal rumah DP 0% itu untuk orang dengan pendapatan Rp4-7 juta, ini di atas itu sampai di bawah Rp18 juta (batas atas),” ujar Wiliam.
Dia menyebut, kawasan Blok M-ASEAN akan disulap dengan konsep kawasan hijau atau green creativehub. Sementara kawasan Fatmawati akan dibuat dengan konsep ruang atas dinamis. Adapun kawasan Lebak Bulus akan dijadikan konsep gerbang terminus selatan Jakarta.
Setelah mengembangkan ketiga lokasi tersebut, PT MRT Jakarta akan melanjutkan pengembangan di kawasan stasiun lain, seperti Stasiun Fatmawati dan Stasiun Haji Nawi. Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Ida Mahmuda berharap agar PT MRT melalui anak perusahaannya segera mengimplementasikan mandat TOD yang diberikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Sebab, kondisi Kota Jakarta saat ini sudah butuh hunian vertikal yang terintegrasi dengan transportasi massal sehingga kemacetan bisa terurai. (Baca juga: Indonesia di Pintu Krisis, PDIP Minta Presiden Tegas dan Cepat)
Politisi PDI Perjuangan ini juga meminta agar PT MRT Jakarta fokus terhadap rencana perpanjangan rute fase II dari Bundaran HI-Ancol Timur dan rute fase selanjutnya. “MRT merupakan solusi transportasi massal saat ini. Jadi harus fokus pembangunannya. Baik perpanjangan maupun TOD nya,” jelasnya.
Hunian TOD ini menjadi tren di kalangan milenial karena kebanyakan orang bosan dengan kemacetan lalu lintas, waktu perjalanan yang panjang dan meningkatnya polusi. Sebab, ada berbagai pilihan yang di sesuaikan dengan kebutuhan. Selain dekat dengan kota, harganya relatif terjangkau dengan kualitas baik.
Lantas bagaimana harganya? President Director MRT William Sabandar beberapa waktu lalu mengungkapkan rencana pembangunan TOD di kawasan MRT, harganya ramah kantong milenial. Proyeksinya diperuntukkan bagi masyarakat bergaji Rp7 juta hingga di bawah Rp18 juta. “Ada aturan rancang kota yang di setujui gubernur, itu yang jadi dasar. Misal rumah DP 0% itu untuk orang dengan pendapatan Rp4-7 juta, ini di atas itu sampai di bawah Rp18 juta (batas atas),” ujar Wiliam.
Dia menyebut, kawasan Blok M-ASEAN akan disulap dengan konsep kawasan hijau atau green creativehub. Sementara kawasan Fatmawati akan dibuat dengan konsep ruang atas dinamis. Adapun kawasan Lebak Bulus akan dijadikan konsep gerbang terminus selatan Jakarta.
Setelah mengembangkan ketiga lokasi tersebut, PT MRT Jakarta akan melanjutkan pengembangan di kawasan stasiun lain, seperti Stasiun Fatmawati dan Stasiun Haji Nawi. Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Ida Mahmuda berharap agar PT MRT melalui anak perusahaannya segera mengimplementasikan mandat TOD yang diberikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Sebab, kondisi Kota Jakarta saat ini sudah butuh hunian vertikal yang terintegrasi dengan transportasi massal sehingga kemacetan bisa terurai. (Baca juga: Indonesia di Pintu Krisis, PDIP Minta Presiden Tegas dan Cepat)
Politisi PDI Perjuangan ini juga meminta agar PT MRT Jakarta fokus terhadap rencana perpanjangan rute fase II dari Bundaran HI-Ancol Timur dan rute fase selanjutnya. “MRT merupakan solusi transportasi massal saat ini. Jadi harus fokus pembangunannya. Baik perpanjangan maupun TOD nya,” jelasnya.
Lihat Juga :