Salurkan Bantuan, GIO Perkuat Optimisme Pemuda di Tengah Tantangan Krisis
Rabu, 26 Oktober 2022 - 16:41 WIB
loading...
Gerakan Indonesia Optimis (GIO) bersama Polri menyalurkan bantuan sosial (bansos) berupa 1.000 paket sembako kepada masyarakat kurang mampu di Tebet. Foto: Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Gerakan Indonesia Optimis (GIO) bersama Polri menyalurkan bantuan sosial ( bansos ) berupa 1.000 paket sembako kepada masyarakat kurang mampu. Kegiatan bakti sosial yang diadakan di Jalan Tebet Barat VIII, Jakarta Selatan, dalam rangka memperingati HUT ke-4 GIO yang mengangkat tema "Pemuda Bersatu Bangun Indonesia Maju”.
Penyelenggaraan kegiatan di atas diharapkan dapat mendorong kolaborasi antar berbagai elemen bangsa dapat terus dilakukan. Baca juga: Tak Pernah Potong Bansos, RW di Jakarta Ini Kawal Ketat Penyaluran Bansos
"Gerakan Indonesia Optimis siap bersinergi dengan seluruh elemen bangsa, bekerja bersama sehingga bangsa kita meraih kemenangan dan kemajuan," kata Ketua Umum GIO Ngasiman Djoyonegoro, Rabu (26/10/2022).
Dalam kesempatan itu, Simon panggilan akrab Ngasiman Djoyonegoro menyebut, sejumlah tokoh ekonomi memprediksi krisis global akan terjadi tahun depan akibat krisis energi di hampir seluruh belahan dunia.
"Belum juga beranjak dari pemulihan pandemi Covid-19, perang di Ukraina menambah tekanan krisis hingga level yang mengkhawatirkan," katanya.
Penyelenggaraan kegiatan di atas diharapkan dapat mendorong kolaborasi antar berbagai elemen bangsa dapat terus dilakukan. Baca juga: Tak Pernah Potong Bansos, RW di Jakarta Ini Kawal Ketat Penyaluran Bansos
"Gerakan Indonesia Optimis siap bersinergi dengan seluruh elemen bangsa, bekerja bersama sehingga bangsa kita meraih kemenangan dan kemajuan," kata Ketua Umum GIO Ngasiman Djoyonegoro, Rabu (26/10/2022).
Dalam kesempatan itu, Simon panggilan akrab Ngasiman Djoyonegoro menyebut, sejumlah tokoh ekonomi memprediksi krisis global akan terjadi tahun depan akibat krisis energi di hampir seluruh belahan dunia.
"Belum juga beranjak dari pemulihan pandemi Covid-19, perang di Ukraina menambah tekanan krisis hingga level yang mengkhawatirkan," katanya.
Lihat Juga :