Pengamat Intelijen: Aksi Pendukung RMS di Mapolda Maluku hanya Cari Dukungan

Senin, 27 April 2020 - 19:39 WIB
loading...
Pengamat Intelijen:...
Analis Intelijen dan Keamanan Stanislaus Riyanta menyatakan tindakan sekelompok orang yang membentangkan bendera simbol gerakan separatis RMS di Mapolda Maluku, Sabtu (25/4/2020) hanyalah propaganda untuk mencari dukungan. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Analis Intelijen dan Keamanan Stanislaus Riyanta menyatakan tindakan sekelompok orang yang membentangkan bendera simbol gerakan separatis Republik Maluku Selatan (RMS) di Mapolda Maluku , Sabtu (25/4/2020) hanyalah propaganda untuk mencari dukungan.

Polisi telah mengamankan dan memeriksa 3 orang yang membawa bendera RMS tersebut, yakni SVT (57), AL (44), dan JP (52). Dalam pemeriksaan mereka mengaku sebagai bagian dari struktur gerakan RMS. Ketiga pelaku saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rutan Polda Maluku. Mereka dijerat dengan pasal 106 dan 110 tentang Makar serta pasal 160 tentang Penghasutan. (Baca juga: RSUD Bangko Merangin Diusulkan Jadi RS Rujukan COVID-19)

Stanislaus Riyanta menyebut bahwa dilihat dari motif peristiwa tersebut, aksi ketiga pelaku berupaya menarik perhatian dan meraih dukungan dari massa, sehingga diharapkan aparat keamanan bisa melunak.

"Hal tersebut dilakukan karena salah satu dari ketiga pelaku sebelumnya mendapat panggilan dari Polda Maluku terkait dengan ajakan untuk ramai-ramai mengibarkan bendera RMS pada peringatan hari ulang tahun ke-70 RMS yang tersebar melalui video sejak 18 April 2020. Pelaku ingin menekan Polda Maluku dengan mengajak massa yang dipropaganda dengan aksi pengibaran bendera tersebut," ujar Stanislaus Riyanta dalam keterangan tertulis, Senin (27/4/2020).

Menurut dia, intelijen tidak serta merta bisa dicap gagal atau kecolongan, karena strategi intelijen itu tidak bisa hanya dilihat dari satu atau dua langkah ke depan. Peristiwa ini, menurut Stanislaus, menunjukkan bahwa intelijen berhasil melakukan lokalisir sumber ancaman dan membawa ke proses hukum konflik lebih besar.

"Strategi intelijen harus dilihat jauh ke depan, jangan hanya satu atau dua langkah saja. Jika dilihat lebih jauh maka intelijen justru berhasil meredam aksi lebih besar dari para pelaku yang sudah terbukti mengaku sebagai bagian dari RMS. Pelaku diproses hukum karena tindakannya. Intelijen tidak gagal dan tidak kecolongan," tegasnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
Sempat Ditutup Imbas...
Sempat Ditutup Imbas Ada Unjuk Rasa, Jalan Medan Merdeka Selatan Dibuka Kembali
Massa Mahasiswa Gelar...
Massa Mahasiswa Gelar Demo di Gedung DPR RI, Jalan Gatot Subroto Ditutup
5 Titik Aksi Demo di...
5 Titik Aksi Demo di Jakarta Hari Ini, 4.263 Personel Gabungan Dikerahkan
Polda Metro Jaya Terjunkan...
Polda Metro Jaya Terjunkan 4.131 Personel Kawal Demo di Jakarta Hari Ini
Aliansi Masyarakat Jakarta...
Aliansi Masyarakat Jakarta Timur Minta Program MBG Dilanjutkan
Perluas Produk Unggulan...
Perluas Produk Unggulan Maluku, 11,6 Ton Frozen Tuna Loin Diekspor ke Thailand
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Rekomendasi
Pertamina Pangkas 31...
Pertamina Pangkas 31 Anak Usaha Sepanjang Semester I 2026
Sambangi RS IHC Perkebunan...
Sambangi RS IHC Perkebunan Jember Klinik, Komut Pertamina Tekankan Inovasi dan Empati
Chicco Jerikho dan Marsha...
Chicco Jerikho dan Marsha Aruan Ungkap Tantangan Beradu Akting di Sinetron Terlanjur Mencintaimu
Berita Terkini
BNN dan Bea Cukai Gagalkan...
BNN dan Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 3,37 Ton Kuncup Bunga Kanabis Asal Thailand
Pemprov Jatim Dukung...
Pemprov Jatim Dukung BYD Tech-Culture Fest 2026
Gen Z Berekspresi, 510...
Gen Z Berekspresi, 510 STUDIOS Bawa Tren Self-Photo ke Lampung Selatan
Penampakan Lamborghini...
Penampakan Lamborghini hingga Aset Mewah Tersangka Aseng yang Disita Kejagung
Pesawat AMA Dibakar...
Pesawat AMA Dibakar di Yahukimo, Kemenko Polkam Dorong Tindakan Tegas
HKTI Papua Dukung Agenda...
HKTI Papua Dukung Agenda Ketahanan Pangan Nasional dari Biak
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved