BBPOM Jayapura Tarik 5 Obat Sirup, Warga Diminta Jangan Panik
Jum'at, 21 Oktober 2022 - 22:27 WIB
loading...
Kepala BBPOM Jayapura Mojaza Sirait meminta masyarakat tidak panik menyikapi sejumlah obat sirup diduga jadi penyebab gagal ginjal akut pada anak-anak. Foto/iNews TV/Edy Siswanto
A
A
A
JAYAPURA - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Jayapura, Papua meminta masyarakat tidak panik atas beredarnya kabar sejumlah obat-obatan sirup diduga jadi penyebab terjadinya gagal ginjal akut pada anak-anak.
Kepala BBPOM Jayapura Mojaza Sirait mengatakan bahwa pihaknya saat ini bersama organisasi profesi terkait sedang melakukan investigasi guna mengetahui penyebab utama akan kasus gagal ginjal yang terjadi.
Baca juga: Duh, Balita Gagal Ginjal Akut di Palembang Bertambah
"Bahwa pemerintah dalam hal ini Badan POM, Kementerian Kesehatan dan IDI ini masih yang berjibaku untuk mencari atau menelusuri penyebab sesungguhnya dari permasalahan itu," kata Mojaza, Jumat (21/10/2022).
Hasil sementara, setelah melakukan sampling terhadap 25 obat syrop dan 38 bets dengan kode produksi, 5 di antaranya setelah uji cemaran di ditemukan melebihi ambang batas dan diduga mengandung cemaran EG dan DEG.
Namun demikian, pihaknya menyebut meski ditemukan melebihi ambang batas, namun belum bisa mendukung kesimpulkan bahwa itu yang menjadi penyebab gagal ginjal terjadi.
Kepala BBPOM Jayapura Mojaza Sirait mengatakan bahwa pihaknya saat ini bersama organisasi profesi terkait sedang melakukan investigasi guna mengetahui penyebab utama akan kasus gagal ginjal yang terjadi.
Baca juga: Duh, Balita Gagal Ginjal Akut di Palembang Bertambah
"Bahwa pemerintah dalam hal ini Badan POM, Kementerian Kesehatan dan IDI ini masih yang berjibaku untuk mencari atau menelusuri penyebab sesungguhnya dari permasalahan itu," kata Mojaza, Jumat (21/10/2022).
Hasil sementara, setelah melakukan sampling terhadap 25 obat syrop dan 38 bets dengan kode produksi, 5 di antaranya setelah uji cemaran di ditemukan melebihi ambang batas dan diduga mengandung cemaran EG dan DEG.
Namun demikian, pihaknya menyebut meski ditemukan melebihi ambang batas, namun belum bisa mendukung kesimpulkan bahwa itu yang menjadi penyebab gagal ginjal terjadi.
Lihat Juga :