Seeing The Unseen Kolaborasikan Batik dan Isu Kesehatan Mental di TMII
Senin, 17 Oktober 2022 - 17:42 WIB
loading...
A
A
A
"Awalnya sulit. Saya itu didiagnosa Bipolar Depresi pada 2017 sampai saya kenal TikTok dan bisa speak up. Jadi ayo kita dukung, bantu mereka keluar kalau di sekitar kita ada yang kena mental isu tersebut. Kita juga nggak mau seperti ini. Dan ini bagus jadi salah satu media. Batik perpaduan brainwave dan motif batik Indonesia," ungkap Sania.
Co Founder & The Soul of Menjadi Manusia Levina Purnamadewi menegaskan jangan menganggap remeh apalagi sebelah mata terkait kesehatan mental. Pernyataan tersebut menjawab tudingan seolah-olah orang yang punya atau sebagai pejuang mental isu itu untuk tren, apalagi mendulang popularitas dengan mencari empati.
"Ini bukan tren, tapi saat ini orang jauh lebih peduli. Kita sama-sama ingin breaking stigma bahwa nggak semua penyakit mental harus dikucilin seperti brandwave yang sudah ditranslate menjadi kain batik ini oleh brandwavenya Marshanda ternyata juga sama indahnya. Kami percaya bahwa setiap orang memiliki keunikannya masing-masing sekaligus punya cerita masing-masing," ujar Levina.
Baca juga: 5 Akun TikTok dengan Konten Kesehatan Mental
TWC selaku pengelola TMII berpendapat pentingnya kegiatan ini dalam membangun awareness tentang mental health. Hal ini selaras dengan upaya Transformasi TMII yang dilakukan TWC melalui 2 pilar bisnis TMII yaitu Inklusif dan Culture.
Melalui gerakan ini diharapkan masyarakat perlahan dapat menghapus stigma negatif tentang pengidap gangguan mental yang selama ini melekat. Keindahan yang tergambar melalui visualisasi kain batik diharapkan dapat menyadarkan masyarakat bahwa isi pikiran para pejuang gangguan mental tidak semenakutkan yang dibayangkan.
Co Founder & The Soul of Menjadi Manusia Levina Purnamadewi menegaskan jangan menganggap remeh apalagi sebelah mata terkait kesehatan mental. Pernyataan tersebut menjawab tudingan seolah-olah orang yang punya atau sebagai pejuang mental isu itu untuk tren, apalagi mendulang popularitas dengan mencari empati.
"Ini bukan tren, tapi saat ini orang jauh lebih peduli. Kita sama-sama ingin breaking stigma bahwa nggak semua penyakit mental harus dikucilin seperti brandwave yang sudah ditranslate menjadi kain batik ini oleh brandwavenya Marshanda ternyata juga sama indahnya. Kami percaya bahwa setiap orang memiliki keunikannya masing-masing sekaligus punya cerita masing-masing," ujar Levina.
Baca juga: 5 Akun TikTok dengan Konten Kesehatan Mental
TWC selaku pengelola TMII berpendapat pentingnya kegiatan ini dalam membangun awareness tentang mental health. Hal ini selaras dengan upaya Transformasi TMII yang dilakukan TWC melalui 2 pilar bisnis TMII yaitu Inklusif dan Culture.
Melalui gerakan ini diharapkan masyarakat perlahan dapat menghapus stigma negatif tentang pengidap gangguan mental yang selama ini melekat. Keindahan yang tergambar melalui visualisasi kain batik diharapkan dapat menyadarkan masyarakat bahwa isi pikiran para pejuang gangguan mental tidak semenakutkan yang dibayangkan.
(jon)
Lihat Juga :