Bima Arya Minta Sekolah Pulangkan Siswa Siswa saat Cuaca Buruk
Sabtu, 15 Oktober 2022 - 23:06 WIB
loading...
Wali Kota Bogor Bima Arya meminta sekolah memulangkan siswa lebih cepat bila cuaca memburuk. Foto/dk.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pemkot Bogor memberlakukan masa tanggap darurat bencana hingga 31 Desember 2022. Selama masa tersebut Wali Kota Bima Arya meminta sekolah memulangkan siswa lebih cepat, terutama untuk mereka yang melintasi jalur rawan bencana bila cuaca memburuk.
"Di beberapa sekolah yang jalurnya berangkat dan pulang siswanya rawan melewati daerah bencana maka koordinasikan Dinas Pendidikan pulang lebih cepat," kata Bima, Sabtu (15/10/2022).
"Itu berlaku sampai 31 Desember 2022. Kalau cuacanya memburuk silahkan disesuaikan dengan kondisi. Tapi, koordinasikan ketika cuaca memburuk, (siswa) dipulangkan lebih cepat," jelasnya.
Baca juga: Mayat Korban Longsor Bogor Ditemukan di Kali Cisadane Tangerang
Selain itu, Bima juga meminta jajarannya untuk tetap siaga dan tidak keluar kota jika tidak dalam kondisi mendesak.
"Saya tidak melarang ke luar kota, tapi tolong diprioritaskan yang betul-betul penting saja. Kalau terkait koordinasi kebijakan silahkan, tidak apa-apa, tapi kalau tidak urgent, ya standby di Kota Bogor seminggu ke depan," pinta Bima.
Bima pun membantalkan kegiatannya di Singkawang agar fokus menangani bencana di Kota Bogor. Statusnya ini yang membuat Kota Bogor juga bisa bergerak dengan cepat dalam proses pengalokasian bantuan, pembangunan fisik, anggaran, mitigasi bencana dan lainnya karena ada payung hukumnya.
"Di beberapa sekolah yang jalurnya berangkat dan pulang siswanya rawan melewati daerah bencana maka koordinasikan Dinas Pendidikan pulang lebih cepat," kata Bima, Sabtu (15/10/2022).
"Itu berlaku sampai 31 Desember 2022. Kalau cuacanya memburuk silahkan disesuaikan dengan kondisi. Tapi, koordinasikan ketika cuaca memburuk, (siswa) dipulangkan lebih cepat," jelasnya.
Baca juga: Mayat Korban Longsor Bogor Ditemukan di Kali Cisadane Tangerang
Selain itu, Bima juga meminta jajarannya untuk tetap siaga dan tidak keluar kota jika tidak dalam kondisi mendesak.
"Saya tidak melarang ke luar kota, tapi tolong diprioritaskan yang betul-betul penting saja. Kalau terkait koordinasi kebijakan silahkan, tidak apa-apa, tapi kalau tidak urgent, ya standby di Kota Bogor seminggu ke depan," pinta Bima.
Bima pun membantalkan kegiatannya di Singkawang agar fokus menangani bencana di Kota Bogor. Statusnya ini yang membuat Kota Bogor juga bisa bergerak dengan cepat dalam proses pengalokasian bantuan, pembangunan fisik, anggaran, mitigasi bencana dan lainnya karena ada payung hukumnya.
Lihat Juga :