Pakar Komunikasi: Pernyataan Polri Soal Gas Air Mata di Tragedi Kanjuruhan Lukai Hati Korban

Rabu, 12 Oktober 2022 - 13:23 WIB
loading...
Pakar Komunikasi: Pernyataan...
Pakar komunikasi Universitas Brawijaya (UB), Maulina Pia Wulandari menilai pernyataan Mabes Polri terkait gas air mata bukan penyebab kematian di Stadion Kanjuruhan Malang, melukai hati korban. Foto dok/SINDOnews
A A A
MALANG - Kadiv Humas Mabes Polri sempat menyebut bahwa gas air mata bukanlah penyebab banyaknya korban meninggal di Stadion Kanjuruhan Malang. Pakar komunikasi Universitas Brawijaya (UB), Maulina Pia Wulandari menilai pernyataan itu melukai hati korban.



Menurut Maulina Pia Wulandari, seharusnya sebagai public relations di departemen yang bertanggung jawab pada urusan komunikasi pada publik harus berhati-hati dalam memilih strategi komunikasi krisis yang diwujudkan dalam pernyataan-pernyataan yang disampaikan oleh pihak organisasi ke publik. Baca juga: Lusa, TGIPF Tragedi Kanjuruhan Sampaikan Hasil Investigasi ke Jokowi

"Ada dua hal penting dalam memilih startegi komunikasi krisis, yaitu empati dan keakuratan informasi. Saat krisis terjadi, publik mengharapkan pimpinan organisasi memperhatikan mereka yang menjadi korban. Mengekspresikan empati merupakan langkah pertama yang penting untuk menunjukkan sebuah komitmen untuk memenuhi harapan publik," ucap Maulina Pia Wulandari, melalui keterangan tertulisnya, pada Rabu (12/10/2022).

Dosen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UB ini menjelaskan, saat krisis seperti saat ini, publik mengalami kepanikan, kebingungan, kesedihan, hingga kedukaan. Sehingga publik mencari pengesahan perasaan rapuh emosional mereka dari pimpinan organisasi.

Krisis itu menimbulkan situasi yang penuh ketidakpastian dan chaos. Banyak hal yang simpang siur kejelasannya terkait penyebab krisis, seberapa parah kerusakan yang ditimbulkan, berapa banyak korban yang jatuh, hingga siapa yang harus bertanggung jawab atas krisis yang telah terjadi. Baca juga: Tragedi Kanjuruhan, Komnas HAM Akan Sampaikan Temuan Awal

"Keakuratan informasi merupakan langkah yang penting dalam krisis dengan tujuan untuk mengurangi ketidakpastian. Informasi yang disampaikan kepada publik harus benar-benar valid, akurat yang didukung oleh bukti yang akurat pula. Keakuratan informasi juga termasuk kredibilitas komunikator yang menyampaikan informasi tersebut kepada publik," jelasnya.

Pia, sapaan akrabnya menjelaskan, pernyataan Humas Mabes Polri terkait gas air mata tidak berbahaya bisa jadi akurat bisa jadi masih menimbukan banyak pertanyaan. Tapi pertanyaanya adalah apakah pernyataan itu sudah memperhatikan suasana psikologis publik, terutama para korban dan keluarga saat ini yang sedang berduka dan mencari keadilan.

"Sementara, saat ini pihak korban dan keluarganya merasa bahwa Polri belum menunjukkan komitmen mereka dalam memenuhi salah satu harapan warga Aremania dan Aremanita, yaitu empati pada perasaan dan emosional mereka yang sedang dalam kondisi rapuh dan berduka," terangnya.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dari Satlantas Manado...
Dari Satlantas Manado ke Propam, Karier Moncer Polwan Iptu Priscilla Tissy Atotoy
Polri Kerahkan Ratusan...
Polri Kerahkan Ratusan Personel ke Papua Tengah dan Malut untuk Redam Konflik
Dipecat Buntut Kasus...
Dipecat Buntut Kasus Narkoba, Eks Kapolres Bima Kota AKBP Didik Dimutasi ke Yanma Polri
Polda NTB Tunjuk AKBP...
Polda NTB Tunjuk AKBP Hariyanto Jadi Plh Kapolres Bima Kota Gantikan AKBP Catur
Jadi Bandar Narkoba,...
Jadi Bandar Narkoba, Eks Kapolres Bima Kota AKBP Didik Terancam Penjara Seumur Hidup
Tiba di Sumbar, Bantuan...
Tiba di Sumbar, Bantuan Polri Didistribusikan ke Daerah Paling Parah
Kapolri Pimpin Pelantikan...
Kapolri Pimpin Pelantikan Pejabat Utama Mabes Polri dan Kapolda, Ini Daftar Lengkapnya
Berkas Perkara Oknum...
Berkas Perkara Oknum Brimob Aniaya Pelajar hingga Tewas Dilimpahkan ke Kejari Tual
Polri Gelar Rapim di...
Polri Gelar Rapim di TMII, Dihadiri PJU dan Kapolda
Rekomendasi
Kontroversi Piala Dunia...
Kontroversi Piala Dunia 2026: Iran Kecam Pejabat AS yang Ejek Kegagalan Team Melli
Prancis Lolos ke 16...
Prancis Lolos ke 16 Besar usai Singkirkan Swedia, Mbappe Borong 2 Gol
Jumlah Korban Tewas...
Jumlah Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Venezuela Meningkat Jadi 1.943 Jiwa
Berita Terkini
Jelang Upacara HUT Ke-80...
Jelang Upacara HUT Ke-80 Bhayangkara, Begini Situasi Satlat Brimob Cikeas
Ini Daftar Jalan di...
Ini Daftar Jalan di Jakarta yang Ditutup Sementara saat Presiden Belarus Melintas
Tak Hanya Andalkan Teknologi,...
Tak Hanya Andalkan Teknologi, KAI Bangun Loyalitas via Pelayanan Berkualitas
Program ParenTRING,...
Program ParenTRING, Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal
Komut Pertamina Kunjungan...
Komut Pertamina Kunjungan Kerja ke Jatim hingga Nusa Tenggara, Ini Hasilnya
Besok Upacara Peringatan...
Besok Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Cikeas, Cari Jalur Alternatif Hindari Kemacetan
Infografis
Menko PMK: Total Korban...
Menko PMK: Total Korban Tragedi Kanjuruhan 448 Orang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved