Korban dan Keluarga Tragedi Kanjuruhan Trauma, Terbayang Kejadian dan Tak Mau Makan
Selasa, 11 Oktober 2022 - 13:46 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Sutiaji, sejauh ini sudah ada 16-17 orang yang telah dilakukan pendampingan psikologis ke korban. Mereka yang diberikan trauma healing, juga termasuk yang ada dikunjungi di rumah sakit karena luka-luka.
"Yang kemarin itu bukan hanya yang meninggal saja, tapi semuanya menyasar terus, yang ke keluarga meninggal sudah ada 16-17 orang, termasuk kunjungan yang ke sakit-sakit itu. Ini terus ada kunjungan," ungkapnya.
Baca juga: BREAKING NEWS! Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat Dicopot
Pemulihan psikologis dilakukan secara bergilir, di masing-masing kecamatan. Saat ini misalnya, tim berfokus di Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.
"Ya nanti hari ini yang banyak di Kedungkandang, keterbatasan waktu kita sehingga yang 10 di Kedungkandang, besok kita teruskan, lusa kita teruskan," paparnya.
Mayoritas dari para keluarga korban jiwa itu seolah teringat-ingat dan kepikiran dengan mereka yang ditinggalkan. Bahkan beberapa di antara keluarga korban ini disebut masih didampingi intensif karena tidak mau makan.
"Ya kehilangan pasti, kehilangan rasa selalu ingat, berangkat dalam kondisi sehat, pulang kok tinggal nama, itu siapa pun punya pikiran itu sambil kita kasih penguatan sehingga minta data nomor teleponnya. Sewaktu-waktu nanti ada keluhan kadang itu nggak terasa, mau makan dan seterusnya, dinas kesehatan juga akan mendampingi karena sakit psikologi jauh lebih susah daripada medis," pungkasnya.
"Yang kemarin itu bukan hanya yang meninggal saja, tapi semuanya menyasar terus, yang ke keluarga meninggal sudah ada 16-17 orang, termasuk kunjungan yang ke sakit-sakit itu. Ini terus ada kunjungan," ungkapnya.
Baca juga: BREAKING NEWS! Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat Dicopot
Pemulihan psikologis dilakukan secara bergilir, di masing-masing kecamatan. Saat ini misalnya, tim berfokus di Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.
"Ya nanti hari ini yang banyak di Kedungkandang, keterbatasan waktu kita sehingga yang 10 di Kedungkandang, besok kita teruskan, lusa kita teruskan," paparnya.
Mayoritas dari para keluarga korban jiwa itu seolah teringat-ingat dan kepikiran dengan mereka yang ditinggalkan. Bahkan beberapa di antara keluarga korban ini disebut masih didampingi intensif karena tidak mau makan.
"Ya kehilangan pasti, kehilangan rasa selalu ingat, berangkat dalam kondisi sehat, pulang kok tinggal nama, itu siapa pun punya pikiran itu sambil kita kasih penguatan sehingga minta data nomor teleponnya. Sewaktu-waktu nanti ada keluhan kadang itu nggak terasa, mau makan dan seterusnya, dinas kesehatan juga akan mendampingi karena sakit psikologi jauh lebih susah daripada medis," pungkasnya.
Lihat Juga :