Sampah Dianggap Penyebab Banjir, Anggota DPRD DKI Minta Satgas UPK Kerja Ekstra
Kamis, 06 Oktober 2022 - 19:54 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Bangun Saringan Sampah, Pemprov DKI: 52 Ton Sampah dalam Sehari Lintasi Kali Ciliwung
"Jika tidak dibersihkan dan diangkat secepatnya, yang saya temukan di lapangan, sering kali sampah ini menghambat saluran air dan pompa-pompa pengendali banjir. Kalau sudah terjadi kondisi seperti ini, pasti bencana banjir tidak bisa terelakkan," ucapnya.
Selain tanggung jawab dari Satgas UPK Badan Air DLH dalam membersihkan sampah, kata Kent, masyarakat juga harus sadar diri untuk bekerja sama tidak membuang sampah sembarangan.
"Satgas UPK Badan Air DLH yang diterima kerja itu harus rajin. Prinsipnya mereka harus memahami tugas masing-masing. Sering juga saya temukan bahwa petugas rumah pompa masih memungut sampah yang notabene bukan tupoksi mereka. Pada saat saya tanya ke petugas pompa tersebut, intinya mereka takut disalahkan jika wilayah tersebut terlanda banjir. Jadi terpaksa mereka melakukan hal yang secara prinsip bukan tugas mereka," ketus Kent.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) DPD PDIP Jakarta itu menyebutkan, seharusnya Satgas UPK Badan Air DLH ditempatkan di setiap rumah-rumah pompa. Karena pada saat hujan besar, secara otomatis jumlah sampah pasti banyak menuju ke rumah pompa tersebut. Dalam kondisi seperti krusial seperti inilah Satgas UPK Badan Air DLH sangat dibutuhkan.
"Selain itu petugas harus ada yang keliling dalam mengecek apakah ada sampah yang menyangkut di saluran air. Jikalau hal ini benar-benar dilakukan dan menjadi perhatian dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, saya yakin bisa sangat membantu dalam pengendalian bencana banjir di DKI Jakarta," tutur Kent.
Kent meminta kepada Pemprov DKI Jakarta agar segera melakukan sheetpile di sejumlah kali di Jakarta. Sebab, warga bantaran kali akan sering kebanjiran jika belum dilakukan turap.
"Jika tidak dibersihkan dan diangkat secepatnya, yang saya temukan di lapangan, sering kali sampah ini menghambat saluran air dan pompa-pompa pengendali banjir. Kalau sudah terjadi kondisi seperti ini, pasti bencana banjir tidak bisa terelakkan," ucapnya.
Selain tanggung jawab dari Satgas UPK Badan Air DLH dalam membersihkan sampah, kata Kent, masyarakat juga harus sadar diri untuk bekerja sama tidak membuang sampah sembarangan.
"Satgas UPK Badan Air DLH yang diterima kerja itu harus rajin. Prinsipnya mereka harus memahami tugas masing-masing. Sering juga saya temukan bahwa petugas rumah pompa masih memungut sampah yang notabene bukan tupoksi mereka. Pada saat saya tanya ke petugas pompa tersebut, intinya mereka takut disalahkan jika wilayah tersebut terlanda banjir. Jadi terpaksa mereka melakukan hal yang secara prinsip bukan tugas mereka," ketus Kent.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) DPD PDIP Jakarta itu menyebutkan, seharusnya Satgas UPK Badan Air DLH ditempatkan di setiap rumah-rumah pompa. Karena pada saat hujan besar, secara otomatis jumlah sampah pasti banyak menuju ke rumah pompa tersebut. Dalam kondisi seperti krusial seperti inilah Satgas UPK Badan Air DLH sangat dibutuhkan.
"Selain itu petugas harus ada yang keliling dalam mengecek apakah ada sampah yang menyangkut di saluran air. Jikalau hal ini benar-benar dilakukan dan menjadi perhatian dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, saya yakin bisa sangat membantu dalam pengendalian bencana banjir di DKI Jakarta," tutur Kent.
Kent meminta kepada Pemprov DKI Jakarta agar segera melakukan sheetpile di sejumlah kali di Jakarta. Sebab, warga bantaran kali akan sering kebanjiran jika belum dilakukan turap.
Lihat Juga :