Karyawan Starbucks Intip Payudara Pelanggan, Psikolog: Belum Tentu Kelainan Seksual

Sabtu, 04 Juli 2020 - 16:03 WIB
loading...
Karyawan Starbucks Intip...
Pelecehan seksual di kedai kopi Starbucks di Sunter Mall, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Foto: SINDOnews/Yohannes Tobing
A A A
JAKARTA - Psikolog Tika Bisono mengatakan, pelaku pengintipan payudara pelanggan Starbucks melalui kamera CCTV, perlu mendapatkan assesmen atau penilaian yang komprehensif.

"Memang harus dipastikan dia mendapatkan hak itu, diassesmen, itu wajib karena perilaku yang dia lakukan ke pelanggan itu bisa jadi akibat. Yang harus dicari tahu itu bukan di Starbucks, tapi ada apa dia (pelaku) di belakangnya (masa lalunya)," ujar Tika Bisono saat dihubungi SINDOnews, Sabtu (4/7/2020).

Menurut dia, pelaku harus diberikan konseling oleh psikolog untuk mengetahui latar belakang sampai dia berbuat iseng seperti itu. Adapun perbuatan pelaku merupakan perilaku nonprososial dan belum tentu menjadi indikasi kelainan seksual.

"Pelaku harus diassesmen. Ibaratnya iseng amat, maksudnya apa sih, sadar enggak dia bisa terjerat (hukum), melanggar privasi, dan hak asasi," tuturnya. (Baca juga: Terungkap Alasan Karyawan Starbuck Nekat Intip Payudara Pelanggan)

Kata dia, assesmen perlu dilakukan sebelum menjustifikasi jika pelaku melakukan pelecehan seksual dan memiliki kelainan seksual. Apalagi tidak sedikit orang-orang melakukan perbuatan mesum karena terpengaruh pengalaman traumatik sebelumnya.

"Harus dilihat, sebelum ke konsumen (Starbucks), pernah ke orang lain enggak sih dia, berapa lama, masa pendidikannya gimana, dia korban traumatis bukan, dan lainnya. Pelaku yang ternyata korban awal itu ternyata banyak bangat, jadi pelaku sampai notabone dia korban masa lalu banyak bangat," tukasnya.
(thm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menpora Erick Kecam...
Menpora Erick Kecam Pelecehan Seksual terhadap Atlet Menembak, Tegaskan Dukungan bagi Korban
Bintang Ghana Thomas...
Bintang Ghana Thomas Partey Dilarang Masuk Kanada Buntut Kasus Pelecehan Seksual
Inilah Aktivis Australia...
Inilah Aktivis Australia yang Mengalami Pelecehan Seks oleh Pasukan Israel saat Misi GSF
Rekomendasi
Kejaksaan: Roy Suryo...
Kejaksaan: Roy Suryo Salah Alamat Minta Kejari Jaksel Batalkan Penetapan Tersangkanya
Gus Lilur: Rekonsiliasi...
Gus Lilur: Rekonsiliasi Nasional Harus Diawali Kebenaran dan Penegakan Hukum
Kontrak Batu Bara Baru...
Kontrak Batu Bara Baru 144 Juta Ton, ESDM Minta PLN Percepat Pengiriman ke PLTU
Berita Terkini
Konservasi Gajah Masuk...
Konservasi Gajah Masuk Babak Baru, IUCN Apresiasi Kebijakan Menhut
Polisi Kantongi Identitas...
Polisi Kantongi Identitas Pelaku Teror Bom di SDN Srengseng Sawah 15
2 Jam Penyisiran, Polisi...
2 Jam Penyisiran, Polisi Belum Ditemukan Bom di SDN Srengseng Sawah 15
Akademisi Desak Polri...
Akademisi Desak Polri Tindak Penyebar Disinformasi Pengamanan Kejaksaan oleh TNI
Kapolsek Jagakarsa:...
Kapolsek Jagakarsa: Ancaman Bom di SDN Jaksel Dikirim lewat WhatsApp saat Upacara
Ancaman Teror Bom Gegerkan...
Ancaman Teror Bom Gegerkan SDN Srengseng Sawah 15 saat MPLS, Siswa Dievakuasi
Infografis
7 Fakta Pulau Pedofil...
7 Fakta Pulau Pedofil Jeffrey Epstein: Kuil Misterius hingga Dugaan Kejahatan Seksual
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved