Kesaksian Jenderal TNI M Jusuf Atas Kekuatan Tempur Pelopor Brimob
Minggu, 02 Oktober 2022 - 16:07 WIB
loading...
Panglima ABRI Jenderal TNI (Purn) M Jusuf. Foto: Buku TNI AD dalam gambar tahun 1980
A
A
A
JAKARTA - Panglima ABRI Jenderal TNI (Purn) M Jusuf menyaksikan dengan mata dan kepala sendiri kehebatan kekuatan tempur Resimen Pelopor Brimob . Bahkan, kalau tak dilindungi Brimob mungkin M Jusuf sudah diberondong pemberontak Qahhar Mudzakkar.
Dikutip dari buku Resimen Pelopor (Edisi Revisi), Pasukan Elite Yang Terlupakan, penulis Anton Agus Setyawan dan Andi M Darlis, Januari 2013, dalam rentang tahun 1957-1965 M Jusuf yang menjabat Pangdam Hasanuddin dengan pangkat Brigjen TNI melakukan perundingan dengan Qahhar Mudzakkar.
Baca juga: Kenang M Jusuf, KSAD Dudung: Jenderal TNI yang Perhatian dengan Prajurit
Perundingan tidak mencapai kata sepakat, bahkan ditemukan fakta Qahhar Mudzakkar tak memiliki iktikad baik. Alih-alih berusaha mencari solusi untuk mewujudkan perdamaian, Qahhar Mudzakkar justru menyiapkan pasukan guna menyergap pasukan pemerintah.
Ketika masuk lokasi perundingan, Brigjen TNI M Jusuf beserta staf dikepung. Beruntung, sejumlah prajurit Brimob dan pasukan pengawal Pangdam sigap melindungi Pangdam dengan cara mengevakuasi M Jusuf ke dalam panser.
Namun, beberapa anggota Brimob gugur dan terluka karena menjadi tameng hidup saat melindungi M Jusuf dari berondongan senjata pemberontak. Akhirnya M Jusuf selamat dari upaya pembunuhan pemberontak Qahhar Mudzakkar.
Dikutip dari buku Resimen Pelopor (Edisi Revisi), Pasukan Elite Yang Terlupakan, penulis Anton Agus Setyawan dan Andi M Darlis, Januari 2013, dalam rentang tahun 1957-1965 M Jusuf yang menjabat Pangdam Hasanuddin dengan pangkat Brigjen TNI melakukan perundingan dengan Qahhar Mudzakkar.
Baca juga: Kenang M Jusuf, KSAD Dudung: Jenderal TNI yang Perhatian dengan Prajurit
Perundingan tidak mencapai kata sepakat, bahkan ditemukan fakta Qahhar Mudzakkar tak memiliki iktikad baik. Alih-alih berusaha mencari solusi untuk mewujudkan perdamaian, Qahhar Mudzakkar justru menyiapkan pasukan guna menyergap pasukan pemerintah.
Ketika masuk lokasi perundingan, Brigjen TNI M Jusuf beserta staf dikepung. Beruntung, sejumlah prajurit Brimob dan pasukan pengawal Pangdam sigap melindungi Pangdam dengan cara mengevakuasi M Jusuf ke dalam panser.
Namun, beberapa anggota Brimob gugur dan terluka karena menjadi tameng hidup saat melindungi M Jusuf dari berondongan senjata pemberontak. Akhirnya M Jusuf selamat dari upaya pembunuhan pemberontak Qahhar Mudzakkar.
Lihat Juga :