Sabana Sumba dan Lokataru Kawal Pemeriksaan Warga Adat Praing Patawang

Sabtu, 04 Juli 2020 - 09:53 WIB
loading...
Sabana Sumba dan Lokataru...
Jaringan Sabana Sumba terus mengawal dan mendampingi warga Sumba Timur, yang harus jalani pemeriksaan terkait dengan laporan pengrusakan yang diadukan PT Muria Sumba Manis (MSM) ke aparat Polres Sumba Timur. Foto iNews TV/Dion
A A A
WAINGAPU - Jaringan Solidaritas Bersama Untuk Tanah Sumba (Sabana – Sumba) terus mengawal dan mendampingi warga Sumba Timur, yang harus jalani pemeriksaan terkait dengan laporan pengrusakan yang diadukan PT Muria Sumba Manis (MSM) ke aparat Polres Sumba Timur. Tak hanya sendiri, Sabana Sumba dan warga masyarakat adat juga di advokasi oleh Lokataru, sebuah lembaga bantuan Hukum dan HAM bentukan Haris Azhar.

“Ini kami dari Sabana datang ke sini (Polres Sumba Timur , - red) untuk mengantar dan mengawal rekan – rekan kami yang harus jalani pemeriksaan atau tepatnya dikonfrontir dnegan para saksi dari pihak MSM yang menyatakan adanya perusakan pos jaga mereka oleh masyarakat adat,” jelas Rambu Amy, koordinator Sabana – Sumba, di depan Unit Pidana Umum (Pidum) Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Sumba Timur.

Menurut Rambu, masyarakat adat Praing Patawang di Kecamatan Umalulu, tetap pada keyakinan mereka bahwa yang mereka bongkar adalah tenda liar, yang berada di tempat tidak semestinya, yakni di sekitar tempat ritual Marapu. (Baca: Asyik Bercinta dengan Selingkuhan di Hotel, Pria Ini Digerebek Istri yang Hamil)

“Pihak MSM menyatakan bahwa pos jaga mereka yang dirusakan. Tapi masyarakat adat Patawang menyatakan itu tenda liar yang dibangun dekat Katuada Nyuara Ahu,” kata Rambu sembari menjelaskan bahwa Katuada Yuara Ahu merupakan lokasi ritual adat turun temurun warga atau masyarakat adat Praing Patawangdyang masih memegang teguh aliran atau penghayat kepercayaan asli Sumba yang dikenal dengan aliran Marapu itu.

Terpantau, pihak keluarga para terperiksa dan juga anggota jaringan Sabana Sumba, melakukan aksi duduk dan diskusi bersama di atas tikar ayaman daun pandan, di bawah pohon tepat di halaman depan ruang unit Pidana Umum Polres Sumba Timur.

“Hari ini memang ada tiga orang yang dipanggil aparat, tapi sejak tahun 2019 lalu hingga kini sudah 21 orang yang harus bolak balik ke sini untuk diperiksa. Ini hari dari Patawang, Senin nanti dari Yubuwai lagi yang akan dipanggil. Kami akan kawal bersama msayarakat adat lainnya, juga terus jalin koordinasi dengan Lokataru. Tadi saja mereka diperiksa dengan didampingi secara virtual oleh Lokataru yang memang dipercaya sebagai kuasa hukum oleh masyarakat adat,” ungkap Rambu, Jumat (3/7/2020).

“Kami datang dan penuhi panggilan, dan kami tetap akan datang seperti ini, saling mendukung satu dengan yang lainnya,” timpal Hapu Tarabiha, yang kala itu didampingi oleh Baron Kapeng Tana Homba dan Retag Hadambiwa, selepas keluar dari unit Pidum Polres setempat.
(sms)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kala Nelayan Perempuan...
Kala Nelayan Perempuan di Sumba Go Digital, Buktikan Perempuan Bisa Berdaya 
KemenHAM Gelar Kegiatan...
KemenHAM Gelar Kegiatan Penguatan Kapasitas HAM bagi Pelajar SMA di Sumba Timur
Eratkan Sinergi dan...
Eratkan Sinergi dan Kolaborasi, Partai Perindo - Pemda Sumba Timur Pacu Kemajuan Daerah, Sejahterakan Masyarakat
Puri Agung Karangasem...
Puri Agung Karangasem Gelar Puncak Karya Baligia, Perindo Bali Apresiasi Generasi Muda Jaga Warisan Adat
KKDN di Desa Sinarresmi...
KKDN di Desa Sinarresmi Sukabumi, Mahasiswa S2 Unhan Kaji Pertahanan Nirmiliter
Usung Tema Kebudayaan...
Usung Tema Kebudayaan Lokal NTT, Pernikahan Stevi Harman-Mario Pranda Dihadiri Menteri hingga SBY
Relawan Perempuan Astra...
Relawan Perempuan Astra Perkuat Kualitas Pendidikan di Sumba Timur
Artotel Group Buka Hotel...
Artotel Group Buka Hotel di Waingapu, Jadi Gerbang Baru Jelajahi Sumba Timur
Mendagri Tito Dorong...
Mendagri Tito Dorong Pendekatan Budaya dan Adat untuk Majukan Daerah
Rekomendasi
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Istri Gus Yaqut Apresiasi...
Istri Gus Yaqut Apresiasi KPK Bantarkan Suaminya
Projo Ungkap Pesan Jokowi...
Projo Ungkap Pesan Jokowi di Kasus Roy Suryo dan Dokter Tifa, Apa Itu?
Berita Terkini
Gunung Semeru Erupsi,...
Gunung Semeru Erupsi, Luncurkan Abu Vulkanik 1,2 Km
Jaga Masa Depan, Pureco...
Jaga Masa Depan, Pureco dan LindungiHutan Tanam 300 Mangrove di Wonorejo
Momen Riuh di Gorontalo,...
Momen Riuh di Gorontalo, Massa Kompak Teriakkan Nama Seskab Teddy di Depan Presiden Prabowo
Mantan Kapolres Bima...
Mantan Kapolres Bima Terima Dana dari Bandar Narkoba, Pengacara: Tuduhan Mengada-ada
DPC Rampung di 9 Kecamatan,...
DPC Rampung di 9 Kecamatan, Partai Perindo Tubaba Tancap Gas Bentuk DPRt
Digugat Roy Suryo soal...
Digugat Roy Suryo soal Penggeledahan, Polda Metro Jaya Siap Hadir
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved