Tutup Rakornas KAMMI, TGB Zainul Majdi Ingatkan Peran Juru Bicara Islam yang Baik
Minggu, 02 Oktober 2022 - 12:20 WIB
loading...
Tokoh muslim Indonesia TGB HM Zainul Majdi menutup rapat koordinasi nasional (rakornas) Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia. (Ist)
A
A
A
JAKARTA - Tokoh muslim Indonesia TGB HM Zainul Majdi menutup rapat koordinasi nasional (rakornas) Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI). Pada kesempatan tersebut ia mengingatkan agar Kammi menjadi juru bicara Islam yang baik.
“Sebagai juru bicara Islam yang tepat. Jangan sampai di dalam (Islam) pun resah kepada kita,” katanya, Sabtu (1/9).
TGB menyebut, di nama Kammi terdapat kredensial (hubungan) yang membawa nama muslim. “Maka hati-hatilah. Harus tercermin dalam dalam ranah muamalah,” bebernya.
Doktor Ahli Tafsir Alquran ini membahas, beberapa kalangan kerap kali habis energi membahas sesuatu yang tak pada tempatnya. Ketika tak dapat menempatkan sesuatu pada tempatnya, akan terjadi kerancuan. Misalnya, ruang akidah dan ritual ibadah itu eksklusif. “Tak boleh ada kreativitas di dalamnya,” ucapnya.
Yang ketiga, sambungnya, adalah ranah muamalah. Prinsip di dalamnya ada inovasi. Muamalah menyangkut di dalamnya ada ranah politik, ekonomi, sosial, dan budaya. “Islam tak menetapkan (khusus) mengenai politik dan ekonomi penjabaran ada di kita,” urainya.
“Sebagai juru bicara Islam yang tepat. Jangan sampai di dalam (Islam) pun resah kepada kita,” katanya, Sabtu (1/9).
TGB menyebut, di nama Kammi terdapat kredensial (hubungan) yang membawa nama muslim. “Maka hati-hatilah. Harus tercermin dalam dalam ranah muamalah,” bebernya.
Doktor Ahli Tafsir Alquran ini membahas, beberapa kalangan kerap kali habis energi membahas sesuatu yang tak pada tempatnya. Ketika tak dapat menempatkan sesuatu pada tempatnya, akan terjadi kerancuan. Misalnya, ruang akidah dan ritual ibadah itu eksklusif. “Tak boleh ada kreativitas di dalamnya,” ucapnya.
Yang ketiga, sambungnya, adalah ranah muamalah. Prinsip di dalamnya ada inovasi. Muamalah menyangkut di dalamnya ada ranah politik, ekonomi, sosial, dan budaya. “Islam tak menetapkan (khusus) mengenai politik dan ekonomi penjabaran ada di kita,” urainya.
Lihat Juga :