Tokoh Papua Ini Berharap Tak Ada Benturan saat Lukas Enembe Dijemput KPK
Kamis, 29 September 2022 - 18:40 WIB
loading...
Tokoh adat dari Sentani, Jayapura, Yanto Eluay mengimbau semua pihak menjaga suasana damai di wilayah adat Tabi terkait kasus Gubernur Papua, Lukas Enembe. Foto/Ist
A
A
A
JAYAPURA - Situasi di wilayah Kota dan Kabupaten Jayapura pasca Gubernur Papua Lukas Enembe mangkir dari panggilan kedua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin 26 September 2022 sudah mulai landai.
Aktivitas masyarakat tampak normal, dan kegiatan perekonomian serta aktivitas di kantor-kantor Pemerintah dan swasta juga berlangsung seperti biasa.
Baca juga: KPK Minta Lukas Enembe Kooperatif
Kendati demikian, di balik situasi yang tampak tenang ini masih menyisakan kekhawatiran pada sebagian kalangan. Hal itu diungkapkap tokoh adat dari Sentani, Jayapura, Yanto Eluay.
“Kami juga mengkhawatirkan jangan sampai terjadi benturan pada saat pak Lukas Enembe dijemput paksa (oleh KPK), dan yang menjadi korban adalah masyarakat adat,” kata Yanto Eluay, dikutip Kamis (29/9/2022).
Jika hal itu terjadi, maka selain akan merugikan masyarakat adat, juga memberatkan Lukas Enembe sendiri untuk melaksanakan kewajiban adat.
Aktivitas masyarakat tampak normal, dan kegiatan perekonomian serta aktivitas di kantor-kantor Pemerintah dan swasta juga berlangsung seperti biasa.
Baca juga: KPK Minta Lukas Enembe Kooperatif
Kendati demikian, di balik situasi yang tampak tenang ini masih menyisakan kekhawatiran pada sebagian kalangan. Hal itu diungkapkap tokoh adat dari Sentani, Jayapura, Yanto Eluay.
“Kami juga mengkhawatirkan jangan sampai terjadi benturan pada saat pak Lukas Enembe dijemput paksa (oleh KPK), dan yang menjadi korban adalah masyarakat adat,” kata Yanto Eluay, dikutip Kamis (29/9/2022).
Jika hal itu terjadi, maka selain akan merugikan masyarakat adat, juga memberatkan Lukas Enembe sendiri untuk melaksanakan kewajiban adat.
Lihat Juga :