AKP Paulus, Bertugas di Luar Negeri Menambah Cinta NKRI
Jum'at, 03 Juli 2020 - 15:02 WIB
loading...
Kasat Reskrim Polres Tapsel Paulus RGP Sik, ketika bertugas di Sudan. Foto/Ist
A
A
A
TAPANULI SELATAN - Pada usianya yang masih terbilang muda, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Paulus RGP Sik, sudah diamanahkan untuk menjadi Kasat Reskrim Polres Tapanuli Selatan (Tapsel).
Jumat (3/7/2020), SINDONews mendapatkan kesempatan untuk berbincang-bincang dengan pria lulusan Akpol tahun 2012. Meski menjabat sebagai Kasat Reskrim, senyum ramahnya langsung terlihat ketika memulai pembicaraan. Dilahirkan di Serang, Provinsi Banten, pada tahun 1990. (Baca juga: Satgas Misi Perdamaian PBB, Kapolri: Semua Akan Saya Reward )
Setelah beberapa menit berada di ruangannya, anak ketiga dari empat bersaudara itupun bercerita bahwa dia pernah bertugas di Kota El-Fasher, Provinsi Darfur, Sudan.
Menurut dia, selama bertugas di negara yang terletak di Benua Afrika tersebut membuatnya semakin mencintai tanah air, Indonesia. Tak heran, kepada SINDONews, dia langsung menceritakan pengalamannya.
Perasaan bangga dirasakan karena menjadi salah seorang yang terpilih untuk mengembang tugas kenegaraan. Berpisah dengan orang-orang yang disayangi sudah menjadi komitmen saat menerima tugas tersebut. Saat pertama sampai di negara yang dituju, lulusan STIK-PTIK angkatan 60 itu harus membiasakan diri dengan hal-hal yang baru, di antaranya makanan dan suhu udara.
Jumat (3/7/2020), SINDONews mendapatkan kesempatan untuk berbincang-bincang dengan pria lulusan Akpol tahun 2012. Meski menjabat sebagai Kasat Reskrim, senyum ramahnya langsung terlihat ketika memulai pembicaraan. Dilahirkan di Serang, Provinsi Banten, pada tahun 1990. (Baca juga: Satgas Misi Perdamaian PBB, Kapolri: Semua Akan Saya Reward )
Setelah beberapa menit berada di ruangannya, anak ketiga dari empat bersaudara itupun bercerita bahwa dia pernah bertugas di Kota El-Fasher, Provinsi Darfur, Sudan.
Menurut dia, selama bertugas di negara yang terletak di Benua Afrika tersebut membuatnya semakin mencintai tanah air, Indonesia. Tak heran, kepada SINDONews, dia langsung menceritakan pengalamannya.
Perasaan bangga dirasakan karena menjadi salah seorang yang terpilih untuk mengembang tugas kenegaraan. Berpisah dengan orang-orang yang disayangi sudah menjadi komitmen saat menerima tugas tersebut. Saat pertama sampai di negara yang dituju, lulusan STIK-PTIK angkatan 60 itu harus membiasakan diri dengan hal-hal yang baru, di antaranya makanan dan suhu udara.