Disindir Sekjen PDIP agar PKS Fokus Bangun Depok, Wali Kota Idris Ngamuk

Senin, 19 September 2022 - 19:30 WIB
loading...
Disindir Sekjen PDIP...
Wali Kota Depok Mohammad Idris. Foto: Dok SINDOnews
A A A
DEPOK - Wali Kota Depok Mohammad Idris yang berasal dari PKS mengamuk dengan pernyataan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto. Hasto melontarkan kritik agar PKS fokus saja pada pembangunan Kota Depok.

Idris meminta Hasto tidak membenturkan isu politik dengan kerja eksekutif. Alasannya, eksekutif adalah bagian dari kerja politik pemerintahan. “Politik pemerintahan di daerah erat kaitannya dengan politik pemerintahan pusat,” ujarnya, Senin (19/9/2022).
Baca juga: Hasto: PDIP Tak Bisa Kerja Sama dengan PKS dan Demokrat karena Alasan Ideologis

Secara struktur pemerintahan adalah bagian dari anak buah Presiden Joko Widodo (Jokowi) sehingga dia juga tidak bisa menentang apa yang menjadi kebijakan pemerintah pusat.

“Saya fatsun politik pemerintahan taat pada beliau. Cuma permasalahannya bagaimana mengimbangi kondisi masyarakat yang semakin susah kan begitu,” ucapnya.

Idris menyarankan elite politik tidak membawa isu politik dengan kondisi daerah karena bisa berdampak pada persoalan lain. Apalagi Pemkot Depok sudah memberikan alokasi anggaran aspirasi dewan lewat pokir.

Pokir diperuntukkan merawat konstituen tiap anggota dan menyerap aspirasi warga yang setiap anggota dewan diberikan sebesar Rp3 miliar.

“Nah, ini kalau dikatakan Depok tidak maju dengan pokir karena pokir itu dituangkan dalam dokumen hasil reses mereka. Kita baca oh ternyata hasilnya misalnya perbaikan jalan, perbaikan segala macam termasuk kebutuhan pemuda, remaja. Itu ada di aspirasi masyarakat yang dituangkan dalam pokir,” jelas Idris.
Baca juga: Soal Koalisi Pemilu 2024, Pernyataan Hasto PDIP Pacu Adrenalin Kader PKS

Namun, jika itu dikaitkan dengan pembangunan Depok yang dianggap tidak maju, maka harus dievaluasi bersama seluruh anggota DPRD Depok. Dalam pokir juga ada aspirasi dari anggota DPRD asal PDIP juga.

“Artinya, pembangunan yang diusulkan berarti harus dievaluasi. Kalau dikatakan nggak maju berarti nggak benar, nah ini ya logikanya. Makanya, jangan dikaitkan gitu kritik PKS terhadap pemerintah, itu biasa saja menurut saya,” kata Idris.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PKS Targetkan 2 Kali...
PKS Targetkan 2 Kali Lipat Legislator Muda di Senayan pada 2029
Kondisi Fiskal dan Moneter...
Kondisi Fiskal dan Moneter RI Disentil PDIP: Utang Harus Dibayar dengan Utang
PKS Tekankan Peran Perempuan...
PKS Tekankan Peran Perempuan dalam Penguatan Ekonomi Keluarga dan Nasional
Rekomendasi
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
OTT Kuansing, Bupati...
OTT Kuansing, Bupati Suhardiman Amby dan Sekda Zulkarnain Menyerahkan Diri ke KPK
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Berita Terkini
Tak Hanya Andalkan Teknologi,...
Tak Hanya Andalkan Teknologi, KAI Bangun Loyalitas via Pelayanan Berkualitas
Program ParenTRING,...
Program ParenTRING, Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal
Komut Pertamina Kunjungan...
Komut Pertamina Kunjungan Kerja ke Jatim hingga Nusa Tenggara, Ini Hasilnya
Besok Upacara Peringatan...
Besok Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Cikeas, Cari Jalur Alternatif Hindari Kemacetan
Gunung Dukono Maluku...
Gunung Dukono Maluku Utara Erupsi, PVMBG Imbau Masyarakat Waspada
Gapasdap: Penggunaan...
Gapasdap: Penggunaan B50 untuk Kapal Bebani Biaya Operasional Angkutan Penyeberangan
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved