Pulang Kerja Lembur, Pegawai SMP di Gunungkidul Dibacok Orang Tak Dikenal
Senin, 19 September 2022 - 09:14 WIB
loading...
Aksi kejahatan jalanan yang dilakukan orang tak dikenal kembali terjadi di wilayah Gunungkidul. (Ist)
A
A
A
GUNUNGKIDUL - Aksi kejahatan jalanan yang dilakukan orang tak dikenal kembali terjadi di wilayah Gunungkidul. Minggu (18/09/2022) dini hari kemarin sekitar pukul 02.00 WIB, seorang staf Tata Usaha SMPN 1 Nglipar, Arifin Ahmad (41) mendapat 2 kali sabetan senjata tajam saat pulang kerja lembur di sekolah.
Warga Padukuhan Nglipar Lor RT O1, RW 03 Kalurahan Nglipar Kapanewon Nglipar ini membenarkan peristiwa yang menimpanya tersebut. Peristiwa tersebut bermula ketika dia hendak pulang ke rumah usai kerja lembur di sekolah, Minggu dini hari.
"Saya memang harus menyelesaikan pekerjaan di sekolah hingga larut malam," ujar Arifin, Senin (19/9/2022).
Saat itu, Arifin keluar dari pintu gerbang sekolah menggunakan sebuah sepeda motor. Sia melihat ada empat orang berboncengan menggunakan dua sepeda motor melintas dari arah Sambipitu menuju ke arah Wonosari berada di depannya.
Kemudian kedua pengendara tersebut berhenti tepat didepan kantor Kalurahan Nglipar. Tanpa menaruh rasa curiga, Arifin melanjutkan perjalanannya karena memang Arifin menganggap empat orang tersebut adalah orang yang biasa melintas di wilayah tersebut
Warga Padukuhan Nglipar Lor RT O1, RW 03 Kalurahan Nglipar Kapanewon Nglipar ini membenarkan peristiwa yang menimpanya tersebut. Peristiwa tersebut bermula ketika dia hendak pulang ke rumah usai kerja lembur di sekolah, Minggu dini hari.
"Saya memang harus menyelesaikan pekerjaan di sekolah hingga larut malam," ujar Arifin, Senin (19/9/2022).
Saat itu, Arifin keluar dari pintu gerbang sekolah menggunakan sebuah sepeda motor. Sia melihat ada empat orang berboncengan menggunakan dua sepeda motor melintas dari arah Sambipitu menuju ke arah Wonosari berada di depannya.
Kemudian kedua pengendara tersebut berhenti tepat didepan kantor Kalurahan Nglipar. Tanpa menaruh rasa curiga, Arifin melanjutkan perjalanannya karena memang Arifin menganggap empat orang tersebut adalah orang yang biasa melintas di wilayah tersebut
Lihat Juga :