Tekan Kemacetan, BPTJ Rekayasa Lalin Ruas Jalan Transyogi Cibubur
Sabtu, 17 September 2022 - 13:08 WIB
loading...
BPTJ bakal terapka rekayasan lalu lintas di Jalan Transyogi Cibubur guna menekan kemacaten di wilayah perbatasan Bogor, Depok, Bekasi, dan Jaktim. Foto/Ilustrasi
A
A
A
BOGOR - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan akan melakukan uji coba Manajemen Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) di ruas Jalan Transyogi, Kabupaten Bogor. Hal ini dilakukan untuk mengurai kemacetan di ruas jalan nasional tersebut.
Uji coba di jalan penguhubung empat wilayah yakni Kabupaten Bogor, Kota Bekasi, Kota Depok, dan Jakarta Timur ini sedianya akan dilakukan mulai tanggal 19-23 September 2022 mendatang.
”Kami telah melakukan analisa terhadap tiga skenario untuk mengoptimalkan MRLL ini. Berdasarkan hasil analisa data before dan after (secara sistem) yang telah dilakukan, dibuat 3 buah skenario,” kata Direktur Lalu Lintas BPTJ Sigit Irfansyah, Sabtu (17/9/2022).
Berdasarkan hasil simulasi 3 skenario, dinilai skenario optimal adalah melakukan penutupan U-Turn 2 (Al-Azhar) dengan memaksimalkan penggunaan U-Turn 1 (Cikeas) dan U-Turn 3 (SPBU).
Penutupan U-Turn ini sifatnya sementara dianalisis serta dievaluasi bersama-sama untuk kemudian diambil kesimpulan sejauh mana penutupan U-Turn 2 efektif diterapkan sebagai metode MRLL di kawasan ini.
Sigit juga menyampaikan bahwa MRLL yang akan diuji cobakan ini merupakan konsep yang diperoleh atas dasar masukan masyarakat sekitar. Baca juga: Solusi Kemacetan di Jalur Puncak, BPTJ Usul Pembangunan Kereta AGT dan Kereta Gantung
”Setelah melaksanakan pertemuan bersama masyarakat lebih tiga kali, atas masukan masyarakat, kemudian kita formulasikan simulasi penutupan U-Turn 2 (Al-Azhar) dengan memaksimalkan penggunaan U-Turn 1 (Cikeas) dan U-Turn 3 (SPBU) ini,” ungkapnya.
Uji coba di jalan penguhubung empat wilayah yakni Kabupaten Bogor, Kota Bekasi, Kota Depok, dan Jakarta Timur ini sedianya akan dilakukan mulai tanggal 19-23 September 2022 mendatang.
”Kami telah melakukan analisa terhadap tiga skenario untuk mengoptimalkan MRLL ini. Berdasarkan hasil analisa data before dan after (secara sistem) yang telah dilakukan, dibuat 3 buah skenario,” kata Direktur Lalu Lintas BPTJ Sigit Irfansyah, Sabtu (17/9/2022).
Berdasarkan hasil simulasi 3 skenario, dinilai skenario optimal adalah melakukan penutupan U-Turn 2 (Al-Azhar) dengan memaksimalkan penggunaan U-Turn 1 (Cikeas) dan U-Turn 3 (SPBU).
Penutupan U-Turn ini sifatnya sementara dianalisis serta dievaluasi bersama-sama untuk kemudian diambil kesimpulan sejauh mana penutupan U-Turn 2 efektif diterapkan sebagai metode MRLL di kawasan ini.
Sigit juga menyampaikan bahwa MRLL yang akan diuji cobakan ini merupakan konsep yang diperoleh atas dasar masukan masyarakat sekitar. Baca juga: Solusi Kemacetan di Jalur Puncak, BPTJ Usul Pembangunan Kereta AGT dan Kereta Gantung
”Setelah melaksanakan pertemuan bersama masyarakat lebih tiga kali, atas masukan masyarakat, kemudian kita formulasikan simulasi penutupan U-Turn 2 (Al-Azhar) dengan memaksimalkan penggunaan U-Turn 1 (Cikeas) dan U-Turn 3 (SPBU) ini,” ungkapnya.
Lihat Juga :