Puluhan Kali Menjambret, Driver Ojol Ini Akhirnya Dibekuk Polisi
Kamis, 02 Juli 2020 - 11:16 WIB
loading...
Pelaku AJ setelah diamankan polisi di Mapolres Jakarta Pusat, Jalan Garuda, Gunung Sahari Selatan, Kecamatan Kemayoran. Foto: Komaruddin Bagja Arjawinangun/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Polisi meringkus jambret yang sempat viral di media sosial (medsos) karena nekat mengambil hanphone seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) bernama Alza Rendian di depan Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta. Pelaku berinisial AJ diketahui merupakan seorang pengemudi ojek online (ojol) .
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto mengatakan, AJ berdalih nekat menjambret karena terdesak kebutuhan hidup. Pelaku merampas HP ketika korban sedang memesan ojol lewat aplikasi.
"Pelaku ini berperan sebagai esekutor. Sedangkan rekannya masih kami buru," kata Heru kepada wartawan, Kamis (2/7/2020). (Baca juga: PSBB Transisi Diperpanjang, Transportasi Kapasitasnya Tetap Dibatasi )
Heru menjelaskan, polisi berhasil mengidentifikasi pelaku setelah petugas melakukan pemeriksa CCTV dan dua orang saksi yaitu Satpam KKP. "Satu kami tangkap setelah aksinya terekam CCTV," jelasnya.
Dia menuturkan, kepada penyidik pelaku berinisial AJ ini sudah puluhan kali beraksi di wilayah Jakarta dan sekitarnya. "Pelaku saja lupa dimana saja TKP ( tempat kejadian perkara)-nya," kata Heru.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto mengatakan, AJ berdalih nekat menjambret karena terdesak kebutuhan hidup. Pelaku merampas HP ketika korban sedang memesan ojol lewat aplikasi.
"Pelaku ini berperan sebagai esekutor. Sedangkan rekannya masih kami buru," kata Heru kepada wartawan, Kamis (2/7/2020). (Baca juga: PSBB Transisi Diperpanjang, Transportasi Kapasitasnya Tetap Dibatasi )
Heru menjelaskan, polisi berhasil mengidentifikasi pelaku setelah petugas melakukan pemeriksa CCTV dan dua orang saksi yaitu Satpam KKP. "Satu kami tangkap setelah aksinya terekam CCTV," jelasnya.
Dia menuturkan, kepada penyidik pelaku berinisial AJ ini sudah puluhan kali beraksi di wilayah Jakarta dan sekitarnya. "Pelaku saja lupa dimana saja TKP ( tempat kejadian perkara)-nya," kata Heru.
Lihat Juga :