Profil Raden Ating Natadikusuma, Kapolda Metro Jaya Pertama yang Jadi Panutan Jenderal Hoegeng
Senin, 05 September 2022 - 06:05 WIB
loading...
Mantan Kapolri Jenderal Polisi (Purn) Hoegeng Iman Santoso. Hoegeng amat terkesan sosok Raden Ating Natadikusuma, Kepala Jawatan Kepolisian Karesidenan Pekalongan atau Kepala Kepolisian RI Wilayah Jakarta (setingkat Kapolda Metro Jaya saat ini). Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Raden Ating Natadikusuma merupakan Kepala Jawatan Kepolisian Karesidenan Pekalongan atau Kepala Kepolisian RI Wilayah Jakarta (setingkat Kapolda Metro Jaya ). Ating yang memimpin sejak 6 Desember 1949-30 Desember 1952 dikenal juga sebagai Kapolda Metro Jaya pertama.
Saat menjabat Kepala Kepolisian RI Wilayah Jakarta atau Kapolda Metro Jaya, Ating berpangkat Komisaris Besar Polisi Tingkat I.
Baca juga: Profil Kapolsek Pagedangan AKP Seala Syah Alam, Polwan Cantik Pernah Jadi Kapolsek Termuda
Mengemban sebagai pimpinan kepolisian di wilayah Jakarta, Ating berkolaborasi atau tandem dengan Soeprapto (Kepala Pengadilan) dan Soekarjo Kario Hatmodjo (Kepala Kejaksaan Karesidenan Pekalongan). Trio ini kompak dalam usaha penegakan hukum yang jujur dan profesional.
Ating bersama dua rekannya memiliki misi menolong orang terutama rakyat kecil. Mereka juga mendirikan Balai Cintraka Mulya di Pekalongan sebagai wujud aksi nyata kepedulian sosial yang mencakup panti asuhan, panti jompo, dan balai pelatihan.
Hingga suatu ketika putra Soekarjo Kario Hatmodjo bernama Hoegeng Iman Santoso terkesan sosok Ating yang juga sahabat ayahnya itu.
Saat menjabat Kepala Kepolisian RI Wilayah Jakarta atau Kapolda Metro Jaya, Ating berpangkat Komisaris Besar Polisi Tingkat I.
Baca juga: Profil Kapolsek Pagedangan AKP Seala Syah Alam, Polwan Cantik Pernah Jadi Kapolsek Termuda
Mengemban sebagai pimpinan kepolisian di wilayah Jakarta, Ating berkolaborasi atau tandem dengan Soeprapto (Kepala Pengadilan) dan Soekarjo Kario Hatmodjo (Kepala Kejaksaan Karesidenan Pekalongan). Trio ini kompak dalam usaha penegakan hukum yang jujur dan profesional.
Ating bersama dua rekannya memiliki misi menolong orang terutama rakyat kecil. Mereka juga mendirikan Balai Cintraka Mulya di Pekalongan sebagai wujud aksi nyata kepedulian sosial yang mencakup panti asuhan, panti jompo, dan balai pelatihan.
Hingga suatu ketika putra Soekarjo Kario Hatmodjo bernama Hoegeng Iman Santoso terkesan sosok Ating yang juga sahabat ayahnya itu.
Lihat Juga :