Pria Bule Gasak Uang Rp5 Juta di Kasir Toko Tangerang, Polisi Buru 2 Pelaku
Jum'at, 02 September 2022 - 22:29 WIB
loading...
A
A
A
Pelaku berhasil membawa lari uang sekitar Rp5 jutaan dari laci kasir. Pegawai toko yang diduga dalam posisi terhipnotis hanya bisa diam dan membiarkan pelaku pergi bersama dua orang komplotannya.
"Karena anak-anak ini pikiran dan psikologinya sudah kena, ya akhirnya cuma bisa diam saja. Baru sadar itu setengah jam kemudian, saat dihitung omzetnya kurang drastis. Waktu dicek CCTV ternyata baru sadar uang di laci diambil pelaku," jelasnya.
Saat menyadari jadi korban kejahatan, para pegawai toko langsung mendatangi Polsek Curug seraya membawa rekaman CCTV. Namun polisi yang bertugas urung memproses laporan saat itu dengan alasan korban harus menyertakan barang bukti lainnya.
"Hari itu juga setelah tutup toko anak-anak lapor. Dari pihak kepolisian, Polsek Curug, minta untuk data-data penjualan. Jadi anak-anak enggak ada data penjualan kan karena asumsi saya sudah ada bukti CCTV, dua saksi, jadi saya anggap sudah cukup. Tapi polisi minta bukti tambahan. Akhirnya (anak-anak) enggak balik lagi," ucapnya.
Karena dianggap terlalu rumit, lantas pemilik toko memilih memviralkan rekaman CCTV ke media sosial. Tujuannya agar aksi serupa oleh pelaku bisa diantisipasi oleh pemilik usaha lainnya. Setelah viral, barulah polisi mendatangi toko dan mengarahkan pegawai membuat laporan di Polsek Curug.
"Karena anak-anak ini pikiran dan psikologinya sudah kena, ya akhirnya cuma bisa diam saja. Baru sadar itu setengah jam kemudian, saat dihitung omzetnya kurang drastis. Waktu dicek CCTV ternyata baru sadar uang di laci diambil pelaku," jelasnya.
Saat menyadari jadi korban kejahatan, para pegawai toko langsung mendatangi Polsek Curug seraya membawa rekaman CCTV. Namun polisi yang bertugas urung memproses laporan saat itu dengan alasan korban harus menyertakan barang bukti lainnya.
"Hari itu juga setelah tutup toko anak-anak lapor. Dari pihak kepolisian, Polsek Curug, minta untuk data-data penjualan. Jadi anak-anak enggak ada data penjualan kan karena asumsi saya sudah ada bukti CCTV, dua saksi, jadi saya anggap sudah cukup. Tapi polisi minta bukti tambahan. Akhirnya (anak-anak) enggak balik lagi," ucapnya.
Karena dianggap terlalu rumit, lantas pemilik toko memilih memviralkan rekaman CCTV ke media sosial. Tujuannya agar aksi serupa oleh pelaku bisa diantisipasi oleh pemilik usaha lainnya. Setelah viral, barulah polisi mendatangi toko dan mengarahkan pegawai membuat laporan di Polsek Curug.
Lihat Juga :